Stan Lee, Karakter Utama dari Seluruh Karakter Marvel

By Marnala Eros, Nov 15, 2018

Stan Lee, Karakter Utama dari Seluruh Karakter Marvel

Delapan tahun lalu dalam sebuah dokumenter televisi Stan Lee mengatakan dirinya masih ingin muncul di lebih banyak film, televisi, DVD, dan sesi kuliah. Dia masih ingin melakukan segala sesuatu yang ia lakukan.

"Satu-satunya masalah adalah waktu. Saya cuma berharap masih punya banyak waktu," ungkap Lee dalam With Great Power ...: The Stan Lee Story. Pada akhirnya, sama seperti semua manusia, pria yang lahir dengan nama Stanley Martin Lieber direnggut oleh waktu.

Lee, anak pasangan imigran Rumania yang tumbuh besar di Bronx, New York, yang menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam perkembangan buku komik meninggal dunia pada usia 95 tahun, Senin (12/11) di Los Angeles.

Selama puluhan tahun bersama sejumlah kolaborator Lee mendedikasikan waktunya membuat cerita pahlawan untuk Marvel seperti Fantastic Four, Spider-Man, Hulk, Thor, Iron Man, Black Panther, Doctor Strange, Daredevil, Ant-Man, dan tentu saja X-Men - semuanya memiliki kemampuan super tapi juga kekurangan layaknya manusia biasa.

"Cerita apapun harusnya seperti itu, tapi waktu itu tidak jika kita berbicaa komik," ujar Lee kepada Washington Post di 1992.

Awal dekade 60-an, saat penjualan komik tengah memasuki masa surut, Lee mengalami kebuntuan karier dan lelah terhadap humor generik, roman, western, dan cerita-cerita monster. Dia bosan menulis semua itu. Sang bos, Martin Goodman, melihat kepopuleran Flash versi reboot (dan Green Lantern) produksi DC, meminta Lee untuk kembali ke pahlawan super. Lee yang berumur 30-an akhir diyakinkan istrinya, Joan Boocock, agar menulis cerita yang dia inginkan, alih-alih apa yang diyakini mudah dipasarkan. Toh, dia tidak akan kehilangan apa-apa, pikir istrinya.

Pada 1961, Lee dan Jack Kirby - artis hebat yang sempat keluar dari perusahaan lalu kembali ke tempat yang kini bernama Marvel - mengeluarkan edisi perdana The Fantastic Four, tentang tim berisi para makhluk berkekuatan super dengan dimensi humanis seperti identitas yang tidak dirahasiakan dan sering mengalami cekcok internal. Komik tersebut laku keras. Lalu menyusul The Incredible Hulk, mengenai pria biasa yang bertransformasi menjadi monster akibat radiasi. Pada 1962 bersama artis Steve Ditko, Lee mengenalkan karakter klasiknya: Spider-Man.

Dari era inilah muncul para karakter jagoan yang kini diperah oleh Hollywood sebagai tambang profit.

Seteru dengan Kolaborator

Dalam menciptakan karya, Lee mengenalkan sesuatu yang ia sebut sebagai Metode Marvel. Lee memberi brief cerita kira-kira satu atau dua kalimat, lalu membiarkan para ilustrator menggambar dan mengisi plot sesuai keinginan mereka. Lee kemudian menambahkan dialog dan efek suara.

Metode ini pula yang membuatnya berseteru dengan sejumlah artis, yang menyebut diri mereka "kreator bersama" atau "penulis bersama" cerita dan karakter para budaya populer ini. Ia sering dikritik soal tidak mengakui kontribusi para ilustratornya, khususnya Kirby yang menggambar sangat banyak desain karakter Marvel. Kirby meninggalkan Marvel pada 1969. Ditko, ko-kreator Spider-Man yang menjadi properti Marvel paling terkenal, dikabarkan "cabut" dari Marvel dengan kepahitan pada 1966.

Kirby, dalam sejumlah wawancara dari 1982 hingga 1989, mengklaim kalau Lee sedikit sekali menulis komik superhero klasik Marvel, bahkan porsinya jauh lebih kecil dari Metode Marvel yang diungkap Lee. Usai perseteruan panjang, pada 2014 keturunan Kirby dan Marvel akhirnya mencapai kesepakatan. Lee dan Kirby kini menerima kredit di sejumlah film atas karya mereka.

Apakah Lee benar-benar seorang pencipta atau seseorang yang mengambil kredit atas karya orang lain? Bisa jadi dia memang keduanya, karena sulit membayangkan dunia ini tanpa Lee dan keputusan-keputusan yang ia ciptakan.

Yang jelas, sebagai direktur editorial Lee berhasil membimbing grup kecil berisi sejumlah artis untuk menyebarkan cerita-cerita ini. Tahun 1972 Marvel berhasil menyalip DC sebagai penerbit komik dengan penjualan tertinggi dan meskipun puluhan tahun berikutnya nasib Marvel naik-turun, kehadiran Marvel Studio di 2000-an sukses mengubah wajah Hollywood. Para karakter ini sekarang menikmati kepopuleran yang tidak pernah terjadi di masa lalu. Semua itu tidak akan terjadi tanpa pengaruh Stan Lee.

Terima kasih, Stan. Istirahatlah dengan tenang.