Spider-Man: Homecoming Tawarkan Manusia Laba-laba Baru, Muda, dan Belum Berbahaya

By Marnala Eros, Jul 7, 2017

Spider-Man: Homecoming Tawarkan Manusia Laba-laba Baru, Muda, dan Belum Berbahaya

Spider-Man: Homecoming dengan pemeran terkini Tom Holland resmi dirilis di seluruh dunia, menjadi film manusia laba-laba keenam sejak pertama kali diperkenalkan di layar lebar pada 2002 (era Tobey Maguire), reboot kedua setelah The Amazing Spider-Man (pentas Andrew Garfield), dan film penuh pertama dalam lingkup Marvel Cinematic Universe usai debutnya di Captain America: Civil War pada tahun silam.

Berbeda dengan dua Spider-Man terdahulu, kali ini penonton bakal disuguhkan Peter Parker semasa SMA, di mana manusia besi Tony Stark memproyeksikannya agar nantinya bergabung dengan the Avengers. Ucapkan selamat tinggal pada keluarga Osborn, Paman Ben, rambut putih Bibi May, Mary Jane, Oscorp, dan Daily Bugle. Spider-Man hari ini kembali menjadi pahlawan lokal yang ramah, tidak melulu menangisi keluarga, punya sahabat baru geeky berupa Ned Leeds (Jacob Batalon), cewek incaran yang tidak berkulit putih Michelle (Zendaya), serta tentunya musuh baru yang diperankan aktor senior yang terlahir kembali, Michael Keaton sebagai Vulture.

Intinya dalam film kali ini penonton akan menikmati bagaimana perjalanan Spider-Man mendapatkan kekuatan besar yang sudah kita saksikan bersama di dua seri terdahulu. Dari bocah SMA yang mengikuti "magang di perusahaan Stark" hingga nantinya bahu membahu berperang bersama the Avengers.

Ada yang sudah nonton filmnya? Kalau belum, ada beberapa hal menarik yang bisa lebih membantu kamu guna bersiap mental menyaksikan remaja Inggris 15 tahun memerankan manusia laba-laba kesayangan kita semua.

1. Peter Parker Termuda

Dalam seri Spider-Man pertama yang diperankan Tobey Maguire, masa SMA-nya cuma ditampilkan selama 10 menit dan di film terakhirnya berujung dengan kekuatan gelap yang merasukinya. Pada seri kedua dengan Andrew Garfield, ia sudah mulai beranjak dewasa. Kali ini, Spider-Man benar-benar seorang bocah yang harus berjuang meraih kepercayaan Stark. Dalam sesi perkenalan bersama sekumpulan jurnalis, via Popsugar, Holland menjelaskan bahwa "Aspek utamanya agar tetap menjaganya supaya terus membumi dan penonton melihat bocah yang menjadi pahlawan super."

"Karena kita telah menyaksikan tuhan Norse, milyuner, tentara, maka sekarang kita melihat anak kecil. Dan salah satu tema penting film ini ialah, apa yang akan dilakukan bocah 15 tahun dengan kekuatan super yang dimilikinya? Jadilah film ini dibuka dengan kamu melihat Peter mencoba menemukan siapa dirinya, apa yang dapat dilakukannya, hal-hal yang saya rasa belum dieksplorasi lebih dalam di film sebelumnya - melihat Peter membuat kesalahan dan mencoba untuk memperbaikinya, mempelajari apa yang bisa ia lakukan."

2. Pahlawan Lokal Queens

Di film Spider-Man sebelumnya tidak ditampilkan bahwa Peter memang seharusnya berhadapan dengan penjahat jalanan dan menangani konflik lebih besar ketika memang mereka datang. Di film sebelumnya pula, Spider-Man dengan mudah bergelantungan di gedung-gedung pencakar langit yang akhirnya melekat dengan citra manusia laba-laba selama ini, tanpa memikirkan apakah dia manusia yang takut ketinggian atau tidak. Di Homecoming, tampak the Avengers memang butuh bantuannya sehingga Stark mau tak mau harus menjadi tandem sekaligus mentor agar anak kecil ini siap luar-dalam. Perkantoran mewah Manhattan pun disingkirkan, berganti area Queens yang kurang metropolitan. Maka dengan kekuatannya yang masih terbatas kita bakal menyaksikan Peter menghadapi pengacau jalanan dan perampok yang memakai topeng para Avenger.

3. Holland Mengambil Inspirasi dari Dua Spider-Man Terdahulu

Betul bahwa Spider-Man yang sekarang menawarkan kesegaran, tapi Holland tidak ragu mengambil hal-hal positif yang terdapat dalam dua pemeran terdahulu. "Sulit tidak mengambil pengaruh dari Toby dan Andrew karena mereka sama-sama memiliki visi hebat mengenai karakter ini," ungkap Holland.

Aktor muda yang pernah bermain dalam The Impossible dan The Lost City of Z melanjutkan bahwa dirinya mengambil sisi kikuk Toby, sedangkan Andrew memberikan Spider-Man kesan cool. "Tapi bagi saya, cuma ingin memastikan kalau saya merasa seperti anak-anak saat berlangsungnya syuting dan benar-benar menjadi anak-anak yang diinginkan semua orang. Hanya bersenang-senang dan melihat superhero betul-betul menikmati kekuatannya."

4. Riset dengan Bersekolah di SMA di Bronx

Selain mempersiapkan diri dengan menonton film-film John Hughes dan berlatih di gym yang videonya sudah banyak tersebar di YouTube, Holland bersekolah secara diam-diam di Bronx High School of Science, "karena sekolah tersebut yang dirasa mirip dengan yang ada di skenario," sutradara Jon Watts menerangkan.

Holland merasakan pengalaman total, memalsukan nama dan aksen agar mudah membaur. "Saya bukanlah siswa IPA dan beberapa guru akan memanggil saya ke depan kelas dan menyuruh saya melakukan perhitungan. Sangat memalukan," tuturnya.

"Tapi benar-benar sangat informatif, karena sekolah di London sangat berbeda. Saya pergi bersekolah dengan jas dan dasi. Benar-benar berbeda."

Sepertinya itu saja. Sebetulnya masih banyak fakta yang bisa kamu dapatkan mengenai Spider-Man: Homecoming. Tapi lebih baik nonton filmnya dulu nggak sih? Ntar malah keburu bosan baca terus malah ketiduran nggak jadi nonton.

Jadi, akhir pekan ini meluncur ke bioskop ya?