Rekomendasi dari Mulut ke Mulut oleh Teman dan Keluarga Ternyata Masih Penting!

By Marnala Eros, Oct 2, 2018

Rekomendasi dari Mulut ke Mulut oleh Teman dan Keluarga Ternyata Masih Penting!

Kita tidak dapat memungkiri zaman. Di era yang serba digital, setiap brand berlomba-lomba memasarkan produknya ke depan layar. Mau tak mau mereka beradaptasi, kalau tidak mau mati. Namun penelitian terbaru dari firma riset Audience Audit dengan bantuan Jay Baer dan Daniel Lemin dari Convince & Convert mengungkap informasi menarik: Pengalaman pribadi yang disalurkan dari mulut ke mulut masih dipandang esensial oleh banyak orang, setidaknya di Amerika di mana riset ini dilaksanakan.

Data ini menunjukkan jikalau rekomendasi mulut ke mulut - online dan offline - sangat memengaruhi tiap-tiap bisnis, organisasi, dan kandidat. Rekomendasi ini merupakan bentuk rekomendasi tertua, lantas bisa jadi fakta yang ada sekarang menjadi lebih penting hari ini.

Seperti dilansir Adweek, dari 1.001 sampel konsumen acak yang diwawancarai mengaku kalau pengalaman pribadi masih menjadi sumber informasi paling berharga. Di belakangnya terdapat brand yang sudah mereka kenal, lalu rekomendasi dari orang-orang terdekat membuntuti di tempat ketiga. 83 persen orang Amerika setuju kalau rekomendasi langsung dari teman atau keluarga membuat mereka lebih tertarik untuk membeli sebuah produk atau layanan.

Persentase lebih tinggi juga terdapat pada rekomendasi tentang produk atau layanan yang berasal dari teman atau keluarga ketimbang rekomendasi dari orang yang tidak dikenal.

Simak statistik kunci dalam riset berjudul Chatter Matters di bawah. Untuk lebih lengkapnya bisa diunduh di sini.

Infografis: Convince and Convert

Sumber Gambar: Referral Rock