Reaksi Dunia Sinema Atas Kebijakan Trump Melarang Muslim ke Amerika

By Marnala Eros, Jan 31, 2017

Reaksi Dunia Sinema Atas Kebijakan Trump Melarang Muslim ke Amerika
Sekitar sepekan sejak resmi berkuasa, Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, mulai mengeluarkan kebijakan yang diusungnya sejak masa kampanye. Salah satu yang sedang hangat adalah Muslim Ban, yakni membatasi kedatangan warga dari tujuh negara mayoritas Muslim: Iran, Irak, Yaman, Sudan, Somalia, Libya selama 90 hari ke depan, serta menangguhkan seluruh penerimaan pengungsi Suriah hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Trump melakukannya demi melindungi AS dari "ancaman teroris Islam radikal."
 
Kebijakan tersebut tentu menyulut kontroversi dan ketidaksetujuan banyak orang. Akhir pekan kemarin sejumlah protes terjadi di beberapa bandara dan kantor imigrasi; orang-orang menyuarakan penolakannya terhadap perintah eksekutif Trump.
 
Dampak nyatanya sudah mulai terhampar di depan mata, termasuk di dunia sinema. Diskriminasi tidak hanya dirasakan pemegang green card dan visa dari negara yang dilarang, satu nama populer juga sudah dipastikan tak akan menghadiri pentas Academy Award ke-89 yang berlangsung di Negeri Paman Sam, tepatnya di Dolby Theatre di Hollywood, California pada 26 Februari.
 
Dia adalah Asghar Farhadi, penulis dan sutradara Iran yang filmnya, The Salesman, masuk nominasi Film Asing Terbaik. Sebelumnya pada Oscar 2012, sosok 44 tahun tersebut meraih piala untuk kategori yang sama lewat film A Separation, menjadikannya sebagai orang Iran pertama yang berhasil memenangkan Academy Award.
 
Awalnya Farhadi telah berencana menghadiri ajang penghargaan tertinggi di industri perfilman Hollywood tersebut, namun ketika Trump mengumumkan kebijakan Muslim Ban, pada Minggu pagi Farhadi menulis pernyataan yang berisi dirinya tak akan menghadiri Oscar. "Bahkan sekalipun ada pengecualian untuk saya," ujar Farhadi seperti dilansir New York Times.
 
Juru bicara Academy kemudian merilis pernyataan resmi yang dikutip Bustle: "Academy merayakan pencapaian seni pembuatan film, yang melampaui perbatasan dan bicara kepada penonton di seluruh dunia tanpa memperhatikan  kewarganegaraan, etnis, maupun agama. Sebagai pendukung para pembuat film - dan hak asasi seluruh manusia - di berbagai penjuru bumi, kami merasa sangat terganggu bahwa Asghar Farhadi, sutradara pemenang Oscar dari Iran, 'A Separation', bersama pemain dan kru untuk nominator Oscar tahun ini, 'The Salesman', dilarang masuk karena kepercayaan atau negara asal mereka."
 
Dukungan juga datang untuk Farhadi dari Presiden Writers Guild of America East and West, Michael Winship dan Howard A. Rodman: "Kami terganggu dengan laporan mengenai Asgar Farhadi, sutradara 'The Salesman', yang memenangkan Naskah Terbaik di Cannes dan kini dinominasikan di Oscar, bersama pemain dan kru dicegah masuk ke negara kami."
 
"Dari dulu industri hiburan dibangun oleh imajinasi para imigran. Serikat kami adalah persatuan para penulis cerita yang selalu diterima dari negara manapun dan dengan beragam kepercayaan, di mana mereka ingin berbagi kreativitas bersama Amerika. Kami mensyukuri keberadaan mereka, kami berdiri bersama mereka, dan akan berjuang untuk mereka."
 
Sedangkan aktris yang bermain di The Salesman, Taraneh Alidoosti, sudah terlebih dulu mengumumkan pemboikotan terhadap Oscar, dua hari sebelum Farhadi membatalkan kedatangannya. "Penolakan Trump atas visa untuk warga Iran adalah tindakan rasis. Apakah kebijakan itu melingkupi acara kebudayaan atau tidak, saya tidak akan menghadiri #AcademyAwards 2017 sebagai protes," ujar Alidoosti.
 
Sejumlah sosok di Hollywood lantas ikut bersuara soal ketidakadilan ini.
 

Big thank you to Trump for handing ISIS ANOTHER recruiting tool. Nice job Birther Boy!

— Michael Keaton (@MichaelKeaton) January 30, 2017

One of the many reasons I am opposed to the #MuslimBan is because my family immigrated to North America (????Ï?????) after fleeing wars in Russia.

— Seth Rogen (@Sethrogen) January 29, 2017

My wife came to this country on a refugee visa in the middle of the Cold War! My blood is boiling right now!

— ashton kutcher (@aplusk) January 29, 2017

So proud of everyone standing up to corruption, lies and hatred.
Every day it's something new and people are rising to the occasion.

— Ricky Gervais (@rickygervais) January 29, 2017

Obviously we must prioritize keeping Americans safe. But we mustn't become un-American in the process.

— Chris Evans (@ChrisEvans) January 29, 2017

I feel afraid angry & betrayed - is the world really done with loving difference? I'm not. Love Trumps Hate. We will prevail. :facepunch::skin-tone-4::facepunch::skin-tone-4::facepunch::skin-tone-4:

— Riz Ahmed (@rizmc) January 29, 2017

I'm thinking of all the Syrian families I met in Iraq last year in the desperate refugee camps and how hopeless it felt. So much worse now.

— Ewan McGregor (@mcgregor_ewan) January 28, 2017

We've lost something very precious.

And traded it for a cowardly, foolish illusion of safety.

I'm ashamed.#MuslimBan

— Adam McKay (@GhostPanther) January 28, 2017

To the dude who said I don't belong in America, I started a fundraising page for Syrian Refugees in your name. https://t.co/NOR5P48fBi pic.twitter.com/jtJOsK9GrU

— Kal Penn (@kalpenn) January 28, 2017

Along with liar,racist,misogynist,fool,infantile,sick,narcissist-with the Muslim ban we can now add heartless & evil to DT's repertoire.

— Rob Reiner (@robreiner) January 28, 2017 Trump sendiri merasa perlu melakukan pemeriksaan ketat terhadap para imigran. Seraya membela diri dia berkicau melalui Twitter @realDonaldTrump,"Coba lihat apa yang terjadi di Eropa dan dunia, kekacauan yang mengerikan!"

Bukankah jadinya semakin kacau, ya?
Tags: