Para Tokoh Nasional yang Kisahnya Pernah Difilmkan

By Marnala Eros, Sep 7, 2016

Para Tokoh Nasional yang Kisahnya Pernah Difilmkan
Mengangkat kisah seorang tokoh menjadi sebuah film acapkali dilakukan oleh para sineas. Banyak inspirasi yang dapat dipetik, atau malah hanya pembelajaran dan pengetahuan saja. Tak mesti biopik tokoh terkenal dan berpengaruh, namun cerita-cerita nyata dalam sekam seharusnya pun berhak mendapat tempat. Di Indonesia sendiri kejadian macam itu masih jarang terjadi. Para tokoh bangsa yang biasanya menerima perlakuan istimewa. Wajar saja, di mata pemodal nama-nama besar jelas lebih menjual. Tak apalah asal semakin hari bisa dibuat makin lebih baik lagi.
 
Yoodeo mengintip, ada beberapa tokoh menarik yang sudah pernah difilmkan. Ada satu-dua karakter yang beberapa kali muncul dalam beberapa film, ada pula tokoh yang tadinya kurang familiar namun didekasikan sebagai sentral cerita film. Menjelang Athirah, film terbaru Riri Riza yang mengangkat kisah hidup ibunda Jusuf Kalla, mari kembali menengok ke belakang model penggambaran biopik yang telah eksis di negeri ini. Berikut mereka yang mesti Anda perhatikan.

1. Soe Hok Gie

Pada 60an, Soe Hok Gie dikenal sebagai tokoh mahasiswa Universitas Indonesia yang aktif berdemonstrasi. Hobinya naik gunung. Meninggal pada usia muda di Gunung Semeru sebelum dekade 70an dimulai. Mira Lesmana dan Riri Riza menangkap kisah tersebut dan memberi penghormatan melalui sebuah biopik, dirilis pada 2005 silam. Jadilah aktor yang sedang hangat waktu itu, Nicholas Saputra, ditunjuk memerankan Gie. Harusnya bila peran tersebut jatuh ke aktor berwajah oriental, lengkaplah sudah. Film ini kemudian meraih 3 Piala Citra untuk Film, Aktor, dan Sinematografi Terbaik. 

2. Soekarno

Bapak Bangsa yang cukup sering muncul dalam sinema. Ada beberapa aktor yang pernah memerankannya, bahkan sampai lebih dari sekali. Umar Kayam bermain sebagai Soekarno dalam Djakarta 1966 (1982) dan Pengkhianatan G 30 S/PKI (1984), sedangkan Imam Wibowo sampai tiga kali memerankan Presiden pertama kita, yakni dalam Soegija (2012), Ruma Maida (2009), dan Sang Kiai (2013). Tapi baru pada 2013 lalu Soekarno mendapat kehormatan biopik dengan pemerannya adalah aktor keren Ario Bayu.

3. Kartini

Beberapa waktu lalu gambar dari set film terbaru Kartini telah dirilis. Dian Sastro, seperti biasa cantik, menjadi tokoh perempuan Indonesia paling populer tersebut. Namun pada 1984 Yenny Rachman sudah terlebih dulu memerankannya dalam sebuah drama perjuangan garapan Sjumandjaja dengan judul R.A. Kartini.

4. Albertus Soegijapranata

Empat tahun lalu Garin Nugroho merilis film termahal yang pernah disutradarai Garin Nugroho yaitu Soegija, menceritakan tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda (kini Indonesia), Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ. Karakter tak biasa dalam era yang biasa populer, sungguh menarik menyaksikannya. 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia.

5. Cut Nyak Dhien

Salah satu pemimpin dalam perang antara rakyat Aceh dengan tentara Kerajaan Belanda. Perang terpanjang dalam sejarah kolonialisme mereka di Hindia Belanda. Eros Djarot kemudian memfilmkan kisahnya lewat Tjoet Nja' Dhien (diperankan dengan brilian oleh Christine Hakim) yang kemudian jadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes.

6. B.J. Habibie

Kisah hidup dan percintaan jenius pesawat terbang Bacharuddin Jusuf Habibie yang kemudian menjadi Presiden Indonesia ke-3 dirangkum dalam Habibie & Ainun yang diadaptasi dari yang bersangkutan. Dengan Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari sebagai pemain utama, film ini pun menjadi salah satu yang terlaris sepanjang sejarah sinema nasional.

7. Kyai Haji Ahmad Dahlan

Kisah pendiri Muhammadiyah yang sering disebut sebagai pembaharu Islam di Indonesia dituangkan dengan baik ke dalam Sang Pencerah. Pada film besutan Hanung Bramantyo kita dapat belajar banyak mengenai sekelumit sejarah perkembangan Islam di Indonesia, di mana Muhammadiyah sempat dicap sesat. Lukman Sardi pun sangat meyakinkan sebagai Ahmad Dahlan di film 2010 ini.

8. H.O.S Tjokroaminoto

Raja Jawa Tanpa Mahkota yang merupakan guru dari (kelak) pemimpin besar seperti Soekarno, Muso, Semaoen, Kartosuwiryo dibuatkan film oleh Garin Nugroho, dirilis pada 2015 lalu. Pemerannya? Tentu saja Reza Rahadian.

9. Jenderal Soedirman

Dengan satu paru-paru saja dia bertempur melawan Belanda, tak heran dialah panglima besar pertama TNI. Soedirman diabadikan menjadi nama jalan di banyak kota besar-kecil di Indonesia. Namun filmnya tak dapat memenuhi ekspektasi, setidaknya dari segi sejarah. Cucu mantan Presiden Soekarno sempat menuntut film Jenderal Soedirman (diperankan Adipati Dolken) karena tidak akurat menggambarkan kejadian asli yang terdiri dari enam adegan.
Tags: