Neymar Beriklan dengan Gillette untuk Menjelaskan Aksi Berlebihannya di Piala Dunia

By Marnala Eros, Aug 6, 2018

Neymar Beriklan dengan Gillette untuk Menjelaskan Aksi Berlebihannya di Piala Dunia

Pada perhelatan pesta sepakbola Piala Dunia 2018 Rusia lalu penampilan Neymar di atas lapangan menjadi sorotan bukan karena gol-golnya melainkan aksi-aksi teatrikal yang membuat senyum penonton mengembang.

Timnas sepakbola Brazil sendiri harus mengakui keunggulan generasi emas Belgia di babak delapan besar. Percobaan Neymar di menit terakhir mampu diselamatkan tepisan jemari Thibaut Courtois. Lagi-lagi Neymar belum mampu membawa Brazil melangkah ke final Piala Dunia.

Dua minggu usai final berakhir (dimenangkan dengan apik oleh Perancis), bumerang menghantam Neymar. Menurut para ahli marketing Brazil, keputusan Neymar menggunakan iklan sponsor guna mengaku bahwa dirinya terkadang bereaksi berlebihan malah membuat citra pemain termahal dunia tersebut lebih buruk.

Pada 29 Juli 2018 Gillette Brazil merilis video berjudul A New Man Every Day. Video tersebut juga ditayangkan di beberapa stasiun televisi Brazil.

"Mungkin kamu pikir aku berlebihan. Dan terkadang aku memang melebih-lebihkan. Tetapi pada kenyataannya aku menderita di lapangan," kata Neymar dalam video, mengacu pada sejumlah pelanggaran yang ia terima di Piala Dunia.

"Aku perlu waktu untuk menerima kritikan. Aku butuh waktu lama untuk melihat diriku di cermin dan menjadi laki-laki yang baru."

Marketing specialists mengatakan bahwa iklan itu merusak citra striker Paris Saint-Germain, tidak berbeda dengan "drama" yang ia lakukan di Rusia.

"Ia melakukan wawancara, tetapi tidak mengakui tindakan berlebihannya pada waktu itu (Piala Dunia). Sekarang ia bersembunyi di balik iklan televisi. Ini bagus bagi sponsor; pada akhirnya kita berbicara tentang brand. Tetapi itu tidak bagus untuk Neymar, yang kini mengalami krisis pencitraan lebih besar," ungkap Amir Somoggi, partner perusahaan marketing Sports Value, dikutip The Associated Press.

Konsultan pemasaran olahraga Erich Beting melihat timing iklan tersebut tidak tepat.

"Masalah Neymar terjadi di lapangan dan dia tidak bermain pada esok hari untuk menunjukkan bahwa dia telah berubah, seperti kata iklan. Fakta itu dan keputusannya untuk memilih iklan guna menyampaikan pesannya membuat itu semua terdengar kosong. Butuh berminggu-minggu sampai dia punya kesempatan menunjukkan perkembangan berarti," kata Beting.

Ini bukan kali pertama Neymar memakai iklan untuk menangani krisis citra dirinya. Pada 2011 dia dikritik akibat berkelakuan buruk, lalu menggunakan iklan yang disponsori operator telepon Nextel untuk memberi penjelasan.

"Kamu mengutuk saat aku berbuat salah. Kamu berteriak ketika aku tidak mendengar. Kamu tahu siapa aku. Hanyalah bocah kecil yang gembira bermain bola," ujarnya pada saat itu.

Kritikan turut melayang kepada Neymar da Silva Santos, sang ayah yang juga menjadi manajernya. Menurut Ricardo Fort yang mengepalai urusan sponsor global di Coca Cola, Neymar perlu memegang kontrol terhadap karirnya.

"Saatnya mempekerjakan seorang yang profesional untuk mengurus karier Anda. Dirinya terlalu bernilai guna diperlakukan seperti itu," tulis Fort melalui surat terbuka di majalah Meio & Mensagem.

Ketika diminta berkomentar mengenai iklan ini, orang-orang yang bekerja kepada Neymar mengarahkan ke Procter & Gamble, pemilik Gillette. Mereka tidak mendiskusikan kritik terhadap Neymar dan iklan yang bersangkutan, pun menyangkal laporan dari suratkabar O Globo yang mewartakan kalau sosok 26 tahun itu dibayar sebesar 250 ribu dolar AS.

"Seperti yang lain, Neymar Jr. menghadapi pelanggaran, cedera, dan kekalahan. Tujuan Gillette adalah untuk mendorong setiap pria, untuk mengambil kesempatan menjadi pria baru setiap harinya," ungkap pernyataan resmi Procter & Gamble.

Waktu yang akan membuktikan bahwa perubahan Neymar benar adanya. Apa benar sudah belajar dari semua ini, Neymar?

 

Sumber: New York Times

Foto: Odds24