Nasib Influencer Marketing di 2018

By Marnala Eros, May 9, 2018

Nasib Influencer Marketing di 2018

Pada 2017, strategi Influencer Marketing semakin menunjukkan tajinya. Brand beramai-ramai menggaet sosok yang dapat memengaruhi pasar (influencer) guna membantu menjual produk dan layanan mereka. Dari hanya sebuah channel baru kini berkembang menjadi elemen penting dalam strategi marketing.

Dalam riset yang dihimpun Bloglovin, 67 persen praktisi marketing menyebutkan bahwa kampanye yang memakai influencer sangat membantu mereka menyasar audiens yang dituju.

Menurut Debbie Lin, brand solutions manager Brave Bison, melesatnya influencer marketing tidak lepas dari keseksian khasnya. "Influencer marketing sudah ada sejak beberapa waktu lalu, tapi baru sekarang melesat ke puncak. Kompetisi makin memanas dan sekarang semua orang ingin menjadi influencer. Jadi kupikir itu yang membuat brand menaruh perhatian. Mereka mulai menyadari bila kamu melakukannya dengan benar, maka keberhasilan akan datang," ungkap sosok yang sebelum di digital pernah merasakan marketing tradisional sewaktu di ESPN Star Sports dan BBC Worldwide.

Influencer marketing sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti key opinion leaders, social media influencers, dan ada pula celebrity influencers. Penggunaan jasa mereka tergantung dari apa yang ditargetkan sebuah brand. Maka brand harus benar-benar paham apa yang menjadi misi mereka dalam mencari influencer yang cocok. Tapi patut diingat, menggandeng influencer yang dirasa pas dan benar pun belum tentu bisa mendulang hasil maksimal.

"Dibandingkan dengan media tradisional, konten influencer lebih eksperimental. Kamu bereksperimen dengan format, style video, style editing, dan durasi. Saya bekerja di televisi selama bertahun-tahun. Segalanya di TV sudah diatur sedemikian rupa, kamu tinggal mengikuti formula. Di online marketing, tidak ada formula. Lanskapnya berubah setiap saat - dan itu yang saya suka," tambah Debbie.

Dirangkum dari Adweek, pada 2018 ada beberapa hal yang mesti diperhatikan mengenai influencer marketing agar dana yang dikucurkan dapat bekerja efektif:

1. Meningkatkan Intensitas Hubungan

Gagasan memanfaatkan influencer hanya untuk sebuah acara, produk atau post merupakan cara yang sudah basi dan terbukti bahwa terdapat peningkatan nilai dari terjaganya hubungan antara brand dan influencer.

Guna mencapai kesuksesan dengan model ini, brand dan praktisi marketing mesti bersabar seraya berusaha membangun hubungan menyeluruh. Tidak hanya akan menimbulkan relasi kerja yang lebih baik, namun kontinuitas turut menimbulkan komunikasi dua arah yang dapat menguntungkan kedua pihak. Influencer dan audiensnya dapat menginformasikan brand mengenai tren yang sedang berkembang dan mengajukan feedback soal produk mereka. Sedangkan brand bisa menghimpun ide-ide baru dari para pengikutnya.

2. Pengaruh Platform Sosial Akan Lebih Hebat

Walaupun influencer marketing bermula dari blog dan tetap jadi elemen penting bagi para influencer, platform sosial akan membawa mereka ke audiens arus utama. Facebook dan Instagram akhirnya menyediakan tools kepada brand dan influencer untuk mengidentifikasi serta mengukur sponsored post. Keterbukaan ini akan berakhir dengan lebih banyaknya kesempatan bagi influencer, serta tools yang lebih banyak dan lebih baik bagi brand untuk berkembang.

3. Menuju Evolusi Marketplace

Meskipun sedang berkembang, selama beberapa tahun ke belakang termasuk tahun kemarin influencer kecil masih tampak diabaikan oleh brand besar. Yang menarik, engagement micro-influencer ini sebetulnya lebih tinggi daripada celebrity influencer, misalnya. Pengikut mereka yang lebih sedikit justru membawa sentuhan personal.

Pengenalan teknologi dan tools baru menciptakan pergeseran dalam influencer marketing sehingga menjadi marketplace yang efektif. Permintaan (brand, agency, praktisi marketing) akan mulai bertemu penawaran (ratusan atau ribuan influencer yang membuat konten setiap hari).

Efek marketplace ini termasuk peningkatan bujet brand, lebih banyak campaign, dan ekosistem yang lebih sehat untuk tahun-tahun mendatang.

 

Sumber Foto: Hellocomputer