Mengenang Garry Marshall, Bapak Komedi Romantis

By Marnala Eros, Jul 22, 2016

Mengenang Garry Marshall, Bapak Komedi Romantis
Pada 19 Juli kemarin Gary Marshall meninggal dunia di usia 81 tahun. Marshall menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit di Burbank, California setelah mengalami komplikasi pneumonia, efek dari stroke yang sudah lama dideritanya.
 
Marshall lahir di Bronx, New York dari ibu berprofesi guru tari dan ayahnya sutradara film iklan berdarah Italia. Masciarelli adalah nama keluarga mereka sebelum diubah menjadi Marshall saat kelahiran Garry pada 1934. Adik perempuannya termasuk Penny juga kelak beken sebagai filmmaker (memproduksi Big, Awakenings, A League of Their Own, Bewitched).
 
Garry menutup karier panjang selama lebih dari lima dekade di industri televisi dan perfilman Amerika Serikat. Dari menulis The Tonight Show tahun 1959 (pada saat itu masih dibawakan Jack Paar, sebelum dilanjutkan Johnny Carson, Jay Leno, sekarang Jimmy Fallon) hingga pada April lalu film arahannya, Mother's Day, dilepas. Marshall bertahan dengan gaya komedi romantis, sesuatu yang telah menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun.
 
Sejumlah aktor dan filmmaker berhutang kepadanya. Ron Howard cilik bermain dalam sitcom 70an Happy Days ciptaan Marshall (Howard kemudian beralih ke penyutradaraan dan menggarap film-film seperti Cocoon, Apollo 13, A Beautiful Mind, dan The Da Vinci Code). Masih di layar kecil, kelihaian Marshall dirasakan Robin Williams yang lalu dikenal luas melalui sitcom Mork & Mindy (1978-82).
 
Dari televisi Marshall pindah jalur ke layar lebar pada 80an. The Flamingo Kid mempopulerkan Matt Dillon muda kepada publik. Bapak tiga anak ini melambungkan aktris Julia Roberts lewat Pretty Woman (1990) yang sampai sekarang masih menjadi film romantic comedy terlaris. Roberts kemudian bekerjasama lagi dengan Marshall di tiga film: Runaway Bride, Valentine's Day, dan Mother's Day.
 
Anne Hathaway merupakan aktor terakhir hasil "binaan" Marshall. Tiga film mereka jalani bersama, yang paling memorable tentu Princess Diaries (2001) yang jadi pembuka jalan Hathaway di Hollywood.
 
Marshall ogah ambil pusing terhadap kritik yang menyebutkan bahwa film-filmnya hanya berkisar di tema yang itu-itu saja. Menurutnya, tiap sutradara punya kekuatannya sendiri, entah itu "di film tembak-tembakan atau orang terbang."
 
"Aku tak mengerjakan film yang seperti itu. Aku membuat rom-coms dan film liburan," ujar Marshall dalam otobiografinya yang dirilis pada 1995.
 
Hector Elizondo, aktor yang dikenal Marshall ketika lagi main basket bareng dan kemudian bermain dalam seluruh filmnya, menyebutkan bahwa Marshall "tidak berbicara hal-hal lucu."
 
"Dia mengatakannya dengan lucu. Dia akan masuk ke ruangan yang panas dan ruangan itu akan menjadi dingin. Dia dapat membuat segala hal menjadi lebih baik. Ada orang yang seperti itu."
 
Selamat jalan, Garry Marshall.
Tags: