Mengenal Indonesia Melalui 'Kulari ke Pantai'

By Marnala Eros, Jul 3, 2018

Mengenal Indonesia Melalui 'Kulari ke Pantai'

Kulari ke Pantai bermula dari konflik latar belakang antara Samudera alias Sam (Marsha Kanna) dan Happy (Lil'li Latisha). Yang satu tinggal di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang satu tumbuh besar di Jakarta. Sam pengagum keindahan alam, sedangkan Happy menghabiskan waktu dengan menatap layar gawai. Dua karakter bertolak belakang disatukan dalam perjalanan darat melintasi Pulau Jawa sepanjang 1.025 kilometer, dari Jakarta menuju NTT.

Bersama-sama melakukan perjalanan dapat mengeluarkan sifat asli seseorang. Hal itu sendiri dialami Riri Riza sebagai pembuat film tatkala dirinya dan tim berjumlah 120 orang terjebak kemacetan 12 jam akibat mobil terbalik di jalan. Menurutnya, jalan darat nan panjang membuatnya semakin mengenali karakter satu sama lain yang muncul lewat obrolan-obrolan seru; pengalaman yang sebetulnya terlanjur tercurah dalam naskah.

"Dua orang yang berbeda karakter stuck di perjalanan menempuh 1.000 kilometer. Harus bertoleransi satu sama lain padahal mereka berbeda. Itu yang jadi menarik. Kenapa perjalanan darat? Karena kalau ada dalam satu mobil, mau enggak mau komunikasi dan kompromi akan terjadi," ujar Mira Lesmana, dikutip dari Kompas (26/6).

Cerita yang berputar di keseharian anak kecil bukanlah area asing bagi Miles Films. Mereka dikenal sebagai rumah produksi yang membuat Petualangan Sherina (2000) dan Laskar Pelangi (2008), dua film yang menghidupkan kembali genre tersebut. Petualangan Sherina yang keluar sewaktu film anak sedang surut-surutnya sanggup meraup 1,6 juta penonton, sementara Laskar Pelangi dapat mengumpulkan 4,7 juta pemirsa. Sama seperti Kulari ke Pantai, Mira dan Riri mempercayakan peran utama kepada talenta yang relatif tidak dikenal namun menyimpan potensi besar.

Sepinya film anak hari ini memancing keresahan tandem tersebut. "Saya sempat pesimis, apakah film anak-anak masih diminati di Indonesia? Karena dari 500-an film yang diproduksi setiap tahunnya, hanya ada sekitar 15 judul film anak-anak, tapi akhirnya saya yakin." kata Mira, dilansir dari Viva (7/3).

Perjalanan seribu kilometer lantas menjadi arena menampilkan keindahan alam Indonesia. Syuting selama sebulan pada Maret 2018 berlangsung di lebih dari 20 titik lokasi, termasuk Gunung Bromo, Pacitan, Banyuwangi (Desa Watukebo, Pasar Blambangan, Taman Sri Tanjung, Taman Nasional Alas Purwo di mana Pantai Grajagan yang jadi tujuan Sam berada di dalamnya), serta Pulau Rote.

Lalu, kenapa pantai? Menurut Mira, daerah pesisir sempat lama terlupakan. "Kita selalu ingat gunung, sawah. Saya dan Riri pengen banget merayakan pesisir, karena negara kita kan kepulauan. Pantai adalah sesuatu yang sangat dekat, selain sawah."

Tambah Riri lagi dikutip via Beritagar, "Apakah orang Indonesia menyadari itu? Tidak banyak saya rasa. Di dalam percakapan umum kita, kehidupan anak-anak, kaum urban, kelas menengah, kita tidak banyak membicarakan pantai. Padahal itu potensi yang besar sekali dan luar biasa."

Pada akhirnya, anak-anak dan alam Nusantara adalah pondasi utama film ini, namun jeroannya layak diapresiasi. Di sini terdapat cara orang tua membesarkan anak, tumpahan elemen generasi Alfa yang akrab dengan teknologi lewat karakter Happy, porsi kuat feminis melalui karakter Ibu yang diperankan Marsha Timothy, dan dibalut dengan komedi keseharian yang sederhana.

Cocok sekali sebagai pilihan menghabiskan liburan sebelum kembali masuk sekolah. Kulari ke Pantai masih tayang di bioskop. Tonton sekarang.

 

Sumber Foto: Beritagar