Mengapa 25 fps atau 24 fps?

By Marnala Eros, Mar 17, 2016

Mengapa 25 fps atau 24 fps?

Sebuah video, sebetulnya adalah rangkaian gambar statis atau frame yang diputar hingga membuat ilusi seolah gambar itu bergerak. Putaran frame tersebut minimal harus memiliki 10 frame dalam satu detik putaran. Jadi video juga bisa dikatakan sebagai gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. Kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan FPS (frame per second). Karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan.

Pada awalnya, saat masih berupa film bisu atau tanpa suara, frame rate yang digunakan antara 16-24 FPS, namun karena kamera masih diputar secara manual menggunakan tangan maka frame rate bisa berubah sesuai kecepatan putaran tangan tersebut. Saat diputar menggunakan proyektor, frame rate film tersebut sengaja dinaikkan, hingga membuat gerakan yang ditampilkan cukup enak dilihat. Namun gambar yang ditampilkan masih terlihat berpendar atau flicker. Dengan menggunakan dual atau triple blade shutter, rate ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali lipat sampai ke mata penonton dengan mengulang frame yang sama dua hingga tiga kali. Menurut Thomas Edison, jumlah minimal frame yang dibutuhkan adalah 26 frames per second agar gambar tidak berpendar, hingga di tahun 1920an, kecepatan frame rate untuk film bisu pun meningkat menjadi 20 sampai 26 FPS. 

Ketika memasuki era film dengan suara di tahun 1926, maka perubahan kecepatan putaran film tak bisa lagi ditoleransi karena telinga manusia lebih sensitif terhadap perubahan frekuensi suara. Karena banyak film bisu yang diputar antara 22 dan 26 FPS, maka dipilihlah 24 FPS. Dari tahun 1927 sampai 1930 banyak studio yang memperbaharui perangkat yang dimilikinya hingga menjadikan 24 FPS sebagai standar bagi film 35 mm yang menggunakan suara. Dengan menggunakan double-blade shutter maka bisa diproyeksikan 48 gambar per detik.

Ada tiga standar frame rate utama yang digunakan oleh televisi dan bioskop, yaitu 24p, 25p dan 30p. 

24p, mengacu pada format video progresif dengan 24 FPS, banyak diadopsi oleh mereka yang berencana menransfer ke film. Format 24 FPS secara de facto telah menjadi standar untuk film bersuara pada pertengahan tahun 1920an. Ketika dipindahkan ke televisi NTSC, angka ini secara efektif melambat menjadi 23,976 FPS (24 ? 1000 ? 1001 tepatnya), dan ketika dipindahkan ke PAL atau SECAM itu dipercepat menjadi 25 FPS. Kamera film 35 mm menggunakan eksposur standar 24 FPS, meskipun banyak kamera menawarkan rate 23,976 FPS untuk televisi NTSC dan 25 FPS untuk PAL / SECAM. Film animasi yang dibuat dengan gambar tangan secara manual juga harus diputar dengan 24 FPS. Menggambar 24 gambar yang berbeda akan memakan biaya yang sangat mahal. Bahkan film animasi dengan biaya besar sekalipun menggunakan teknik dua kali tampilan untuk per framenya, jadi hanya perlu membuat 12 gambar berbeda untuk tiap detiknya. Di beberapa film animasi bahkan satu frame bisa ditampilkan sebanyak empat kali hingga cukup membuat 6 buah gambar yang berbeda saja.

25p, mengacu pada format video progresif dengan 25 FPS. Frame rate ini berasal dari standar televisi PAL dengan 50i (50 interlaced field per detik). Perusahaan televisi dan film menggunakan kecepatan ini di wilayah yang menggunakan 50 Hz. Konversi untuk penggunaan di wilayah yang menggunakan  60 Hz dilakukan dengan memperlambat media tersebut menjadi 24p dan mengonversinya ke sistem 60 Hz menggunakan teknik pulldown. 

Wilayah yang menggunakan standar PAL adalah beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta Australia. Jadi format inilah yang sesuai untuk digunakan di wilayah Indonesia.

30p adalah format progresif dan menghasilkan video dengan 30 frame per detik. Progresif (non-interlaced) scanning meniru pengambilan gambar frame-by-frame kamera film. Untuk mereka yang tinggal di wilayah Amerika atau Kanada dan negara-negara yang menggunakan standar video NTSC 60Hz, 30p yang digunakan, atau tepatnya 29,97 FPS.

 

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Frame_rate

https://en.wikipedia.org/wiki/PAL

https://en.wikipedia.org/wiki/Telecine#2:3_pulldown

http://www.adobe.com/devnet/flash/learning_guide/video/part06.html

 

Sumber Foto: YouTube

Tags: