Menebak Isi Hati Emma Stone Sewaktu Academy Awards 2017

By Marnala Eros, Mar 2, 2017

Menebak Isi Hati Emma Stone Sewaktu Academy Awards 2017

Jantung Emma Stone berdegup lebih kencang tatkala memasuki ruangan Dolby Theatre, Minggu malam (26/2) waktu setempat. Dirinya tak masalah melempar senyum di karpet merah demi kebutuhan para pekerja media. Senyum dan tawa merupakan salah satu hal menawan tentang dirinya, namun raut itu luntur saat Stone mulai duduk di barisan depan didampingi adiknya, Spencer. Udara dingin menjalar ke dalam pori pori, merayap melewati kulit yang ditutupi gaun Givenchy.

Stone, cewek 28 tahun asli Scottsdale, Arizona hadir berkat perannya sebagai aktris pemula Mia Dolan di La La Land, film musikal fenomenal yang mengantarkannya kembali masuk radar Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Satu tempat untuk kategori Aktris Terbaik berhasil digenggamnya.

"Lumayan beban sih film gue jadi film yang paling banyak dapat nominasi, menyamai rekor 'All About Eve' dan 'Titanic'. Kira-kira bakal menang banyak lagi nggak ya?" lamun Stone mengenang dominasi La La Land di Golden Globe dan BAFTA beberapa pekan sebelumnya. Di ajang yang disebut pertama La La Land bahkan memecahkan rekor kemenangan terbanyak (7 piala dari 7 nominasi).

Jadilah ekspektasi Stone dan rekan-rekan La La Land cukup tinggi karena angin segar seperti berhembus kepada mereka. Media dan publik sama-sama menjagokan La La Land meraup banyak kemenangan pada gelaran kali ini. Kalau bisa, menyamai rekor 11 kemenangan Ben-Hur, Titanic, dan The Lord of the Rings: The Return of the King.

Tahun ini adalah kali kedua sosok bernama asli Emily Jean Stone meraih nominasi Academy Award. Pada kesempatan perdana di penyelenggaraan 2015, Stone menjadi salah satu dari lima nominator Aktris Pendukung Terbaik.

Berkat perannya sebagai Sam Thomson, mantan pecandu yang merupakan putri sekaligus asisten Riggan Thomson (Michael Keaton) di Birdman arahan Alejandro Gonzalez Inarritu, Stone naik ke kancah Oscar, bersaing dengan Laura Dern (Wild), Keira Knightley (The Imitation Game), Meryl Streep (Into the Woods), dan Patricia Arquette (Boyhood) yang pulang menggenggam piala pada malam itu.

"Enak juga bisa ada di sini. Cukup deh pencarian jati diri. Masa-masa eksplorasi peran kayaknya udah lewat," kenang Stone mengingat dua-tiga tahun lalu dirinya bermain dalam film-film yang gagal secara kritik dan komersial. "Tapi lumayanlah bisa kerja bareng Woody Allen dan Cameron Crowe. Kalau diajakin lagi sama Opa Woody males juga sih..."

Acara dibuka oleh Justin Timberlake dengan membawakan "Can't Stop the Feeling", nominator Oscar untuk Lagu Orisinal Terbaik yang merupakan soundtrack film animasi Trolls. Pembawa acara Jimmy Kimmel lantas tampil di atas panggung untuk monolog pembuka, berseloroh soal Mel Gibson, Meryl Streep, bicara perseteruan dengan Matt Damon, hingga isu keberagaman dan kelakuan Presiden Trump.

Satu per satu penghargaan mulai dibagikan. Dari Mahershala Ali yang memberikan Oscar pertama untuk Moonlight sebagai Aktor Pendukung Terbaik, sampai kekalahan pertama La La Land pada malam itu pada kategori Costume Design.

"'Moonlight' aja udah menang satu. Pertanda buruk buat La La Land nggak ya? Gue suka 'Moonlight', personal banget tapi tetap dalam lingkup luas dan salah satu film tentang identitas terbaik yang gue tonton selama beberapa tahun terakhir ini. Mereka pesaing terberat film gue sih," bisik Stone dalam hati. "Eh ini si Spencer seneng banget kayaknya bisa ada di sini." Lengan kakak-adik tersebut beradu.

La La Land masih belum beruntung untuk Sound Editing dan Sound Mixing. Ambisi pemecahan rekor pun kandas. Saat Viola Davis menerima penghargaan Aktris Pendukung Terbaik lewat Fences, pikiran Stone kembali melayang, "Ini cewek keren banget. Dia berjaya terus, entah itu di film, tv, sampai teater. Gue kapan dong gue bisa kayak gitu."

Sejenak Stone kembali ke masa lalu. Dia meninggalkan Arizona menuju Los Angeles pada usia 15 tahun. Seseorang dengan kegelisahan menjurus serangan panik hingga sempat ke psikiater, dia cuma bertahan satu semester di sebuah SMA Katolik. Alih-alih melanjutkan sekolah, Stone menyodorkan presentasi PowerPoint kepada orangtuanya berjudul "Project Hollywood", lengkap dengan lagu "Hollywood" yang dinyanyikan Madonna. Tekadnya bulat, ia cuma ingin karier akting. Stone sudah belajar berakting sejak kecil. Sempat mengikuti kursus bernyanyi, kata hatinya tak bisa dibohongi dan semakin ia bertumbuh, semakin ia mendalami akting.

Layaknya mereka yang keukeuh terhadap tujuannya, Stone pindah ribuan kilometer demi mengejar cita-cita.

Awal karier Stone di Hollywood persis seperti yang dialami Mia Dolan, karakternya dalam La La Land. Di sela audisi dan sekolah online, Stone bekerja paruh waktu di toko makanan anjing sebelum mendapat peran-peran kecil di televisi, hingga akhirnya bermain di Superbad, debut film panjangnya. Meledaknya komedi remaja tersebut turut melambungkan Emma Stone, nama panggung pilihannya karena "Emily Stone" sudah terdaftar di Screen Actors Guild. Sejak itu tawaran pun terus berdatangan.

Dalam wawancara dengan ABC, Stone ditanya soal resep kesuksesannya. Jawabannya adalah yang kita semua inginkan: "Jalan terus. Kalau bertemu rintangan, tetaplah berjalan."

Emma Stone, Pemenang Academy Award

La La Land meraih Oscar pertama mereka pada malam itu lewat kategori Production Design. "Yes menang juga. Semoga jadi awal yang baik untuk sisa malam ini," ujar Stone cilik di dalam relung hati. Setelah rombongan bus tur Hollywood diberi kejutan dengan muncul di ruangan Dolby Theatre dan nominasi Visual Effect dibacakan, La La Land kembali mengalami kekalahan pada Film Editing. Namun tak lama kemudian sumringah terlukis di wajah para pemain dan kru. Tiga penghargaan yang dibacakan berurutan disabet oleh film yang merayakan musikal khas Hollywood lama: Sinematografi, Musik Orisinal, dan Lagu Orisinal Terbaik.

Mata bulat Stone lantas tertuju kepada salah seorang nominator Aktor Terbaik yang pernah sangat dekat dengannya selama bertahun-tahun. Sosok itu adalah lawan mainnya di The Amazing Spider-Man, sang pemeran karakter utama manusia laba-laba yaitu Andrew Garfield. Meskipun sangat bahagia menjalani hubungan, namun kesibukan pekerjaan masing-masing membuat Stone dan Garfield harus melupakan gejolak asmara di antara mereka. Mirip dengan kisah Mia dan Seb di La La Land, keduanya memilih karier. Jadilah sepasang mantan kekasih tersebut kini berada di puncak prestasi, sesuatu yang sama-sama mereka inginkan.

"Ganteng juga dia malam ini," bisik Spencer sang adik, mendapati kakaknya tengah melirik pemeran Desmond Doss dalam biopik perang Hacksaw Ridge yang membuatnya dinominasikan untuk Aktor Terbaik. Stone cuma membalas dengan senyum simpul seraya berujar, "Diam kau.."

New picture of #AndrewGarfield and #EmmaStone after their hug at the #Oscar2017 in Los Angeles, (Feb. 26) pic.twitter.com/CmegxAwVW8

— Andrew Garfield News (@AndrewGarfieldN) February 27, 2017

Segmen In Memoriam berlalu, saatnya dua kategori naskah yang dimenangkan masing-masing Manchester by the Sea (Naskah Orisinal) dan Moonlight (Naskah Adaptasi). "Nggak lama lagi kategori akting nih, kok makin deg-degan ya," Stone cuma bisa memperlihatkan barisan gigi indahnya supaya tidak ketahuan ketegangannya. "Eh iya, kategori Sutradara Terbaik dulu..."

Sutradara La La Land yang tiga tahun lalu naik daun berkat Whiplash, Damien Chazelle, dianugerahi sebagai yang terbaik untuk kategori Sutradara, membuat dirinya di usia 32 tahun sebagai pemenang termuda sepanjang sejarah Oscar. Kepercayaan diri Stone mulai kembali. "Ngomong apa ya nanti pas terima piala. Kata-kata bagus udah gue pakai pula di Golden Globe. Udahlah yang positif positif aja, pasti audiens bakal angguk angguk. Politik nggak usah kali ya."

Pada malam itu Stone turut menebar kepositifan lewat pin Planned Parenthood yang dipakai di gaunnya. Bersama rekan aktris Dakota Johnson, keduanya bersama-sama mempromosikan organisasi nonprofit tersebut.

Manchester by the Sea meraih Oscar keduanya lewat Aktor Terbaik yang diraih Casey Affleck. "Prediksi orang-orang kok pada jitu ya. Bisa jadi kali ini memang jatahnya gue," Stone bersiap untuk kemenangannya tatkala Leonardo DiCaprio membacakan nominasi.

Sepanjang musim penghargaan selama beberapa bulan ke belakang, Stone memang sudah puas berdiri di atas panggung menerima trofi Aktris Terbaik. Tak terkecuali di malam Oscar, alam semesta dan isinya seperti sudah berkomplot guna memenangkannya. Benar saja, ketika namanya disebut Stone tidak menampakkan reaksi berlebihan. Air muka bahagia bercampur keterkejutan sangatlah dia.

"Aku akan memeluk kalian semua ketika diriku telah kembali ke tubuh ini," ujar Stone mempesona siapapun yang menontonnya. Stone sadar dirinya adalah salah seorang wanita paling disorot saat ini dan satu-satunya yang dia inginkan adalah menjadi diri sendiri.

Acara ditutup dengan kekacauan pembacaan Film Terbaik. La La Land yang mulanya dibacakan sebagai pemenang, ternyata jadi korban salah amplop. "Untung gue udah punya piala sendiri," gumam Stone di atas panggung di tengah keriuhan. Moonlight akhirnya pulang sebagai Film Terbaik di Oscar tahun ini. Semuanya pulang dengan puas, tak terkecuali Emma Stone.

"Duh, pengen langsung minum champagne bareng teman-teman, tapi harus ke after party Vanity Fair dulu. Nggak enak banget kalau kabur gitu aja. Bisa nggak punya temen gue. Eh gue konferensi pers dulu ya," tukas Stone kepada adiknya yang tertawa bangga. Bunga-bunga bermekaran di hati tiap-tiap anggota keluarga Stone, merayakan kemenangan perempuan kesayangan.

Kerja keras Stone terbayar. Meski lebih dari satu dekade berlalu, "Project Hollywood" terasa seperti baru kemarin. Stone masih gadis yang sama, yang pergi meninggalkan Arizona 13 tahun silam. Hollywood telah direngkuh, dunia memujanya. Setelah ini apa?

Ada empat film yang sejauh ini sudah pasti menampilkan talenta Stone: komedi olahraga Battle of the Sexes yang syutingnya baru kelar, drama Love May Fail adaptasi novel berjudul serupa tahun 2015, film live-action yang merupakan spin-off One Hundred and One Dalmatians sebagai Cruella de Vil, dan Maniac, proyek terbaru Netflix bersama Jonah Hill di mana dia juga bertindak sebagai produser eksekutif.

Belum menginjak kepala 3 dan telah menaklukkan Amerika. Saatnya "Project World", Emma?

Tags: