Macam-macam Ajang Penghargaan Film di Indonesia

By Marnala Eros, May 31, 2016

Macam-macam Ajang Penghargaan Film di Indonesia

Senin (30/5) malam sebuah ajang penghargaan anyar bagi insan seni peran digelar. Sebetulnya tidak baru-baru amat karena Indonesian Movie Actors Award sampai tahun lalu dikenal sebagai Indonesian Movie Awards. Perubahan terdapat pada penambahan 'Actors'.

"Kita lebih fokus untuk melakukan penilaian pedalaman akting. Yang selalu menjadi poin pertama kita adalah kredibilitas kita," kata Direktur Programming & Produksi RCTI Dini Putri soal perubahan nama, tetap tak menjelaskan kenapa yang diapresiasi hanya segi akting, tiada penyutradaraan, penulisan naskah, maupun film terbaik, misalnya.

Namun tak apalah. Semoga tahun depan para pekerja film mendapat apresiasi yang sesuai dengan kapasitas mereka. Seperti di Amerika Serikat saja, tiap pelakunya mendapat ganjaran atas karya yang telah mereka garap.

Omong-omong acara tersebut merupakan ajang penghargaan film yang kesekian dalam sejarah bangsa. Ada beberapa awards (baik yang masih eksis maupun tidak) yang pernah menghiasi industri sinema nasional, antara lain:

1. Festival Film Indonesia (Piala Citra)

Awards film tertua di Indonesia. Pertama kali berlangsung pada 1955, lalu berlanjut pada 1960 dan 1967. Tapi baru pada 1973 FFI dilaksanakan secara berkala dan enam tahun setelahnya sistem nominasi dipakai. FFI sempat terhenti pada 1992 lalu kembali diselenggarakan pada 2004. Para pemenang penghargaan diberi piala yang disebut Piala Citra. Salah satu momen paling dikenang dari ajang ini adalah ketika 2006 para masyarakat film Indonesia mengembalikan Piala Citra yang pernah mereka raih karena penyelenggara FFI dianggap tidak netral dan memilih Ekskul sebagai Film Terbaik.

2. Festival Film Bandung

Dilangsungkan perdana oleh Forum Film Bandung pada 1987 dan masih eksis dari tahun ke tahun sampai detik ini kendati FFI sempat vakum pada 90an. Kalau penghargaan di Indonesia biasanya membawa embel-embel 'terbaik', FFB dikenal dengan gelar 'terpuji'. 

 3. Festival Film Jakarta

Diadakan pada 2006 oleh stasiun televisi Jak-TV bersama tabloid Bintang (2006) serta tabloid Cek & Ricek (2007). Penghargaan yang penjuriannya dipilih oleh para wartawan ini hanya bertahan selama dua tahun. Yang menarik, ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum hari H yaitu lokakarya juri verifikasi, menuju FFJ, layar tancep FFJ, barulah pemberian penghargaan.

4. MTV Indonesia Movie Awards

Berlangsung sejak 2004 hingga edisi terakhir pada 2007. Merujuk namanya, penghargaan ini memang dibuat oleh MTV Indonesia dan ada beberapa kategori yang khas MTV seperti Adegan Tangisan Terbaik atau Momen Paling Menyentuh. Ada dua macam jenis kategori yakni Most yang dipilih oleh khalayak dan Best oleh dewan juri.

5. Indonesian Movie Actor Awards

Seperti yang telah disebutkan, ajang garapan RCTI ini tadinya bernama Indonesian Movie Awards dan telah berlangsung sejak 2007. Para pemenang diserahkan trofi yang disebut Piala Layar Emas. Untuk jenis kategori Best dipilih oleh dewan juri sedangkan Favorite dapat di-vote oleh masyarakat luas.

6. Usmar Ismail Awards

Ajang penghargaan terbaru yang namanya terinspirasi dari sutradara pelopor perfilman nasional. Pertama kali diadakan oleh Transcorp pada awal April kemarin. Jika nominasi dalam sebuah kategori acapkali berisi lima nama, namun awards ini hanya menyediakan tiga tempat untuk berkompetisi sebagai yang terbaik. Ada pula jenis kategori favorit yang tentunya dipilih pemirsa serta program khusus seperti Kategori Perpustakaan Nasional dan Kategori Perarsipan Film.

7. Indonesia Box Office Movie Awards

Disingkat Iboma, ini pun ajang penghargaan film teranyar di Indonesia. Pertama kali berlangsung pada Maret kemarin di studio 6 Emtek City dan disiarkan oleh SCTV. Jumlah nominasi dalam mayoritas kategori terhitung banyak yaitu masing-masing sepuluh nama. Ada beberapa kategori pembeda macam Film Box Office Terlaris, Produser Terbaik, sampai Aktor atau Aktris Terlaris.

 

Sumber Foto: Jawa Pos

Tags: