Keunikan yang Terdapat dalam Produksi Mad Max: Fury Road

By Marnala Eros, Nov 10, 2015

Keunikan yang Terdapat dalam Produksi Mad Max: Fury Road

Mad Max: Fury Road menyeritakan tentang Max Rockatansky, seorang polisi yang selamat dan hidup pada masa pasca bencana nuklir, di mana saat itu air dan bensin merupakan komoditas yang sangat langka. Ia tertangkap oleh kelompok pimpinan Immortan Joe, namun berhasil meloloskan diri bahkan membantu tangan kanan Joe yang bernama Furiosa membawa kabur kelima istri Joe, hingga ia marah besar dan memburu kedua orang tersebut.

Ada beberapa hal unik di balik produksi film ini:

1. Merupakan Lanjutan dari Tiga Film Mad Max Sebelumnya

Mad Max: Fury Road merupakan lanjutan dari tiga film sebelumnya, yaitu Mad Max yang pertama kali keluar pada tahun 1979, diikuti sekuelnya dengan judul Mad Max 2: The Road Warrior yang tayang pada tahun 1981, serta film ketiga Mad Max Beyond Thunderdome pada tahun 1985.

Ketiga film Mad Max sebelumnya dibintangi oleh Mel Gibson dan merupakan hasil arahan sutradara George Miller. Baru pada film keempat, pemeran utamanya  (mungkin karena sudah terlalu tua) tidak diperankan oleh Mel Gibson, dan harus diganti oleh Tom Hardy yang berperan sebagai Max Rockatansky.

2. Mengalami Penundaan Selama 15 Tahun. 

Sebelum akhirnya tayang pada 2015, Mad Max: Fury Road sempat mengendap bertahun-tahun lamanya dalam masa pra-produksi yang sebetulnya telah dimulai sejak tahun 1997. Namun sayangnya, dengan adanya kejadian 9/11 pada tahun 2001, proses produksi yang seharusnya bisa dimulai tahun 2001 sampai 2003, harus ditunda.

Baru pada tahun 2009 Miller mendapat kepastian bahwa syuting bisa dimulai pada tahun 2011, dan direncanakan pada bulan November. Namun kenyataannya beberapa penundaan terjadi lagi hingga akhirnya benar-benar dimulai pada Juli 2012, dan selesai pada Desember 2012. Pada bulan November 2013, dilakukan pengambilan gambar tambahan untuk melengkapi footage film tersebut. Untuk premiere-nya sendiri diputar di TCL Chinese Theatre pada 14 Mei 2015.

3. Menggunakan Lebih dari 150 Kendaraan

Ada sekitar 150 buah kendaraan yang dimodifikasi, di-rig, dipasangi kamera, dikendarai dan dihancurkan. Beberapa jenis kendaraan yang digunakan adalah XB Falcon Coupe yang digunakan oleh Max, dan diberi nama Interceptor. Sedangkan kendaraan lainnya adalah 1959 Cadillac Coupe De Villes, Deuce Coupe 5 jendela, Truk Tatra T 815, Volkswagen V8 Supercharged, serta Holden FJ Rat Rod.

Desain kendaraan tersebut dirancang oleh production designer Colin Gibson, dan untuk mewujudkan rancangan tersebut menjadi bentuk nyata menjadi tugas art director Jacinta Leong. Sedangkan dalam pengoperasiannya dalam pengambilan gambar, hingga bisa mendapatkan adegan-adegan yang spektakuler, merupakan kolaborasi yang juga melibatkan special effects supervisor Andy Williams dan Dan Oliver, serta supervising stunt coordinator Guy Norris.

4. Melibatkan Ratusan VFX Artist

Ratusan VFX Artist terlibat dalam pembuatan film ini untuk bisa menghasilkan sekitar 2000 gambar efek visual, yang dipimpin oleh visual effects supervisor Andrew Jackson, dibantu oleh visual effects producers Holly Radcliffe, dan Iloura VFX studio sebagai pengendali utama pembuatan VFX tersebut. Efek yang dibuat meliputi pembuatan environtment, badai pasir beracun sampai 2D compositing.

Selain Ilora, studio lain yang turut terlibat yaitu Black Ginger, Brave New World, Method Studios, The Third Floor yang menangani pembuatan previs, Odd Studio untuk make up efek, serta Stereo D dan Tinsley Studio.

5. Penggunaan Teknik Photogrammetry dalam Pembuatan Citadel

Sekumpulan batu karang besar di tengah gurun pasir bernama Citadel, adalah lokasi bermukimnya pimpinan tokoh antagonis bernama Immortan Joe yang diperankan oleh Hugh Keays-Byrne. Pembuatan Citadel merupakan kombinasi antara fotografi dari gambar-gambar yang diambil di Namibia, shooting yang berlokasi di Sydney serta efek visual yang dibuat oleh Iloura berdasarkan referensi tebing karang yang ada di Australia dan direka ulang menggunakan teknik photogrammetry.

Photogrammetry memberikan kita kemampuan menciptakan objek 3D dengan menggunakan kumpulan foto dari suatu objek. Foto-foto tersebut diambil dari berbagai sudut yang berbeda namun harus dalam keadaan cahaya yang sama dan tidak boleh dalam kondisi yang buram atau beresolusi rendah. Dengan aplikasi tertentu bisa didapatkan sudut-sudut yang sama hingga bisa didapatkan posisi yang sesuai. Begitu seterusnya dari kumpulan foto tersebut dicocokkan sudut dan posisinya hingga tercipta kumpulan titik yang akhirnya membentuk objek tersebut.

6. Syuting Siang Hari untuk Adegan Malam Hari

Adegan kejar-kejaran antara The War Rig yang dikendarai oleh Furiosa yang diperajkan oleh Charlize Theron, dengan anak buah Immortan Joe, berlangsung cukup lama hingga berlangsung dari siang sampai malam hari. Untuk adegan malam sebetulnya dilakukan pada siang hari yang cerah di sebuah kawasan padang pasir Namibia, kemudian ditransformasikan ke kondisi lingkungan bernuansa kebiruan untuk mendapatkan suasana malam. Colorist yang menangani proses color grading ini adalah Eric Whip berdasarkan arahan dari langsung dari Andrew Jackson, dengan menggunakan teknik overexposed, kebalikan dari teknik Day For Night yang biasa dilakukan, yaitu menggunakan teknik underexpose.

Teknik Day For Night sendiri adalah istilah yang awalnya digunakan di era tahun 1930 sampai 1970 an, untuk menciptakan tampilan gambar malam hari tapi dengan melakukan shooting di siang hari. Teknik ini awalnya digunakan karena keterbatasan peralatan kamera pada saat itu yang tidak memiliki kemampuan yang cukup melakukan pengambilan gambar di malam hari.

7. Lima Model Cantik Berperan Sebagai Istri Immortan Joe

Di samping Tom Hardy dan Charlize Theron sebagai pemeran utama, ada lima orang wanita yang juga menyita perhatian saat menonton film ini. Model pertama adalah Rosie Hutington-Whiteley, supermodel yang pernah menjadi Victoria's Secret Angels yang juga seorang artis asal Inggris. Dia berperan sebagai The Splendid Angharad. Sebelum berperan di film ini, ia juga bermain di film Transformers: Dark of the Moon menggantikan Megan Fox.

Yang kedua adalah Riley Keough, berperan sebagai Capable. Ia merupakan cucu tertua mendiang Elvis Presley. Ia adalah seorang model anak dari Lisa Marie Presley, hasil dari perkawinannya dengan musisi bernama Danny Keough.

Ketiga Zoe Kravitz, berperan sebagai Toast the Knowing. Dari namanya kita bisa menebak kalau ia adalah anak dari musisi Lenny Kravitz.

Keempat, artis sekaligus model dari Australia berusia 19 tahun bernama Courtney Eaton, berperan sebagai istri termuda bernama Cheedo the Fragile. Ia berhasil mendapatkan peran di film ini setelah mengikuti casting terlebih dahulu.

Kelima, Abbey Lee yang berperan sebagai The Dag. Ia juga seorang model yang berasal dari Australia, usianya 27 tahun, sudah berkarir di dunia modeling sejak tahun 2008 dan pernah mentas di acara New York Fashion Week dan Victorias Secret Fashion Show.

 

Referensi:

http://www.fxguide.com/featured/a-graphic-tale-the-visual-effects-of-mad-max-fury-road/

https://en.wikipedia.org/wiki/Mad_Max:_Fury_Road

https://en.wikipedia.org/wiki/Mad_Max_(franchise)

http://www.businessinsider.co.id/mad-max-fury-road-wives-rosie-huntington-whiteley-riley-keough-zoe-kravitz-2015-5/#.VifJzysgjJQ

http://heritagetogether.org/?page_id=1162

http://www.thecredits.org/2015/05/heres-how-they-built-the-beastly-machines-for-mad-max-fury-road/

http://digitalphotoacademy.com/day-for-night-shooting/

http://www.cgmeetup.net/home/mad-max-fury-road-dmp-reel-2015-by-jacek-irzykowski/

http://www.businessinsider.co.id/mad-max-fury-road-wives-rosie-huntington-whiteley-riley-keough-zoe-kravitz-2015-5/#.Vi3IfCsgjJS

 http://www.cgmeetup.net/home/mad-max-fury-road-trailer/

http://www.cgmeetup.net/home/mad-max-fury-road-dmp-reel-2015-by-jacek-irzykowski/

 

Sumber Foto: Autotrader

Tags: