Kampanye Ini Tampilkan Kekejaman Plastik bagi Binatang

By Marnala Eros, Aug 1, 2018

Kampanye Ini Tampilkan Kekejaman Plastik bagi Binatang

Sejumlah brand mulai berinisiatif untuk mengurangi pemakaian plastik. Baru-baru ini Starbucks mengumumkan rencana untuk tidak menggunakan sedotan plastik sekali pakai pada 2020. Burger King U.K. bakal memakai sedotan ramah lingkungan di tiap-tiap restorannya, sedangkan McDonald's akan menghentikan pemakaian sedotan plastik di seluruh gerainya di Inggris dan Irlandia pada 2019.

Yang terbaru datang dari Greenpeace Kanada yang menampilkan ilustrasi tentang bagaimana sedotan plastik dapat mematikan binatang yang hidup di laut. Kampanye ini diharapkan dapat memunculkan kesadaran bagi para pemilik bisnis supaya mempertimbangkan penggunaan sedotan.

Di ilustrasi foto, tampak ikan, kura-kura, dan burung di dalam gelas minum, dengan sedotan keluar dari mulut mereka. Meskipun kampanye ini menyoroti sedotan sebagai sesuatu yang berbahaya, namun secara keseluruhan Greenpeace Kanada menyinggung penggunaan plastik.

"Don't suck the life from our oceans," katanya.

Pada acara Cannes Lions beberapa waktu lalu, penggunaan plastik cukup menjadi perbincangan hangat, dengan salah satu pemenang Grand Prix adalah kampanye Trash Isles. Sedotan plastik merupakan wajah terkini keresahan industri.

Di media sosial, kampanye dengan tagar #StrawSuck dan #TheLastStraw memang lagi ramai. Menurut New York Times, ajakan yang kini viral mungkin ingin menunjukkan kesadaran bahwa saat ini polusi plastik semakin membahayakan lingkungan dan makhluk hidup.

Menurut laporan phys.org, dikutip dari Tirto.id, ilmuwan asal Australia, Denise Hardesty dan Chris Wilcox, memperkirakan hampir 7,5 juta sedotan plastik ada di garis pantai Amerika. Menurut mereka pula, sebanyak 437 juta hingga 8,3 milyar sedotan plastik ditemukan di wilayah garis pantai seluruh dunia.

Sedangkan menurut studi Jenna Jambeck, profesor Teknik Lingkungan University of Georgia, sebanyak 9 juta ton limbah plastik berakhir di lautan dan pantai seluruh dunia per tahunnya. Sementara di darat, jumlah sampah plastik mencapai 35 juta ton tiap tahun dan seperempatnya mengotori lautan.

Apakah kamu siap mengurangi pemakaian plastik?

 

Sumber: Adweek