Hemat dalam Produksi Video dengan Kumpulan Tips Ini

By Marnala Eros, May 9, 2018

Hemat dalam Produksi Video dengan Kumpulan Tips Ini

Dalam pandangan umum hari ini, produksi video masih dianggap sebagai kegiatan yang menelan banyak biaya. Di sisi lain, peran video dalam mengembangkan bisnis semakin vital. Kini video semakin dibutuhkan, lebih dari hari kemarin. Padahal sebetulnya produksi tidak selalu mahal. Seperti banyak hal di dunia, kita harus mengembalikannya ke konteks; video seperti apa yang hendak diproduksi? Apa yang menjadi objektif pembuatan video? Berapa dana yang tersedia?

 

Membuat video yang baik tidak mesti dengan anggaran melimpah, walau memang bujet besar punya keleluasaan untuk berkreativitas lebih. Seharusnya, produksi video yang baik mewajibkan kita guna menerapkan langkah-langkah dasar macam mengetahui tujuan (objektif), audiens, pesan, yang kemudian disesuaikan dengan anggaran. Singkatnya, objektif tidak mengikuti besar bujet melainkan sebaliknya. Percuma punya duit banyak tapi tidak tahu mau ke mana.

 

Berikut beberapa cara sederhana menghemat produksi video. Silakan diperhatikan. Intinya sih tidak jauh dari paradoks keinginan dan ekspektasi.

 

1. Lokasi

Berpindah-pindah lokasi bakal memakan tambahan waktu, jarak (ongkos perjalanan), serta biaya (sewa dan izin). Memanfaatkan satu tempat untuk beberapa set dapat menjadi opsi hemat. Misalnya menggunakan area kantor atau rumah kolega yang dapat dipakai secara cuma-cuma.

 

2. Talent

Ajak teman-teman, asal jangan terlalu banyak yang dapat mengganggu jalannya produksi. Berdayakan pegawai yang sekiranya berpotensi. Kekurangannya, kamu tidak bisa meminta lebih dari mereka karena memang bukan profesional. Mungkin bisa disisipkan: aktor utamanya profesional, sedangkan teman-teman diberi jatah pemeran pendukung.

 

3. Syuting Siang

Cerita yang disusun untuk siang hari punya kelebihan seperti tidak usah pakai lighting. Bila skripnya menuntut untuk malam hari, usahakan syutingnya di dalam ruangan. Tapi kalau memang harus banget malam, abaikan yang satu ini dan lanjut ke...

 

4. Batasi Penggunaan Alat dan Efek

Zaman sekarang di mana penonton umum menggunakan Smartphone, sudah tidak ada tuntutan terhadap kamera mutakhir dalam produksi guna menyampaikan pesan. Tentu kamera dan peralatan mutakhir akan memberikan hasil yang lebih baik, tapi apakah kamu memerlukan itu?

 

Di sini perlu ditekankan mengenai ekspektasi gambar bahwa referensi gambar canggih tidak selalu harus diikuti. Asal perbedaan kualitas dapat diterima dan pesan tetap dapat tersampaikan, kenapa tidak memakai kamera "sederhana"? Begitupun dengan efek visual. Kalau memang tidak perlu-perlu amat, mending jangan.

 

5. Gunakan Properti yang Sudah Ada

Cek kembali barang-barang yang akan digunakan, apakah ternyata yang kamu butuhkan ada di kantor? Apa benda pribadi yang kamu dan rekanmu bisa sediakan untuk keperluan syuting? Poin ini berlaku untuk perusahaan kecil dengan bujet terbatas atau perusahaan yang lebih besar dengan banyak sumber daya.

 

6. Durasi Efektif

Agar semakin jelas, bahwa durasi yang lebih panjang biasanya meminta waktu syuting yang lebih panjang, dan pastilah bakal berpengaruh kepada anggaran. Pahatlah konsep videomu seefektif mungkin. Orang-orang juga tidak akan menonton videomu yang panjang jika dari awal tidak mendapat ketertarikan.

 

7. Susun Rencana yang Jelas

Di luar semua komando di atas ada hal ini yang merangkul keseluruhan. Perlakukan produksi videomu seperti merawat bayimu, atau ketika kamu ke salon untuk memotong rambut, atau saat hendak memasak sesuatu: akan lebih baik jika tahu betul apa yang mau kamu lakukan. Buat rencana yang jelas. Tidak banyak mau (atau tahu maunya apa), gunakan satu jalur komunikasi, target dan pesan jelas, susun jadwal agar tepat waktu, dan hal-hal dasar lain yang bisa kamu cari lebih jauh dengan orang yang akan kamu ajak kolaborasi.

 

Semakin hemat semakin baik. Kue anggaran bisa kamu alokasikan ke lain keranjang demi pengembangan pelbagai hal di masa mendatang. Selamat berkreasi!