Google Ingin Kita Menghidupi Hidup, dengan Chrome

By Marnala Eros, Sep 18, 2018

Google Ingin Kita Menghidupi Hidup, dengan Chrome

Sepuluh tahun lalu Google merilis Chrome sebagai web browser pertama mereka. Awalnya Chrome diproyeksikan untuk Windows saja, namun akhirnya merambah Linux dan macOS setahun kemudian di 2009. Chrome hadir di saat para developer dan pengguna internet mulai hilang kesabaran terhadap Internet Explorer dan Firefox yang sedang membangun momentum.

Setelah satu dekade, browser ini sekarang menjadi andalan sebagian besar orang. Saat ini Chrome mendulang 60 persen market share browser untuk desktop dan mereka masih terus berusaha mengembangkannya dengan fitur-fitur baru, untuk melebihi batas-batas standar web browser.

Di ulang tahun ke-10, Chrome merayakannya dengan video garapan Virtue, agensi yang berada di bawah payung VICE. Video berjudul "Don't Be a Browser" menampilkan hubungan kita dengan internet selama satu dekade ke belakang. Sekarang, web browser memang sudah menjadi bagian penting dari keseharian kita.

"Selama 10 tahun Chrome menjadi jendela informasi dunia," ujar Cameron Farrelly, chief creative officer Virtue.

 

Menurut Farrelly, iklan ini mengisyaratkan kalau Chrome dapat menjadi jalan keluar bagi tiap-tiap orang dalam melakukan, menjadi, memberi, membuat, memperbaiki, membangun, mengejar, menantang, mempelajari, dan menemukan.

Chrome menampilkan pendekatan humanis. Di sisi lain dia mewajarkan ketergantungan terhadap teknologi. Inilah realita kita.