Film-film Favorit Riri Riza

By Marnala Eros, Sep 2, 2016

Film-film Favorit Riri Riza
Mohammad Rivai Riza atau yang lebih dikenal sebagai Riri Riza pastilah bukan sebuah nama yang asing bagi Anda. Selama dua dekade ke belakang sosok asli Makassar berambut kriwil telah menghasilkan sejumlah tontonan berkualitas yang sebagian besar di antaranya diproduksi bersama sang sahabat Mira Lesmana di bawah payung Miles Films. 
 
Sekarang selain sibuk membuat film, mengepalai rumah tangga serta rumah produksinya, Riri juga getol menurunkan ilmu di kampung halaman melalui program pelatihan dan pengembangan film dengan organisasi nirlaba Yayasan Rumah Budaya Rumata. Di tengah keterbatasan waktu, Yoodeo menyempatkan berbincang singkat dengan Riri mengenai hal-hal ringan, salah satunya tentang film favorit.
 
Sebagai sineas pastilah Riri sudah menonton banyak sekali film. Namun memilih beberapa judul untuk dijadikan favorit selalu tak mudah. "Selalu tergantung hari gue ditanya, harinya lagi kayak apa," ujarnya sambil berpikir tidak keras, namun kerutan khas di dahinya yang berada di antara kedua frame kacamata langsung mengisyaratkan sesuatu. Mungkin Riri sudah menonton ratusan atau ribuan film, tapi dia menyebutkan bahwa ada tiga judul yang selalu berdiam di benaknya yaitu:

Paris, Texas (1984)

Sutradara: Wim Wenders
 
"Cerita tentang suami istri yang terpisah, keluarga yang terpecah, kemudian karena problem ingatan masa lalu, nostalgia, terus pelan-pelan serpihan-serpihan itu dikumpulin dalam sebuah road movie."

Tokyo Story (1953)

Sutradara: Yasujiro Ozu

"Saya selalu merasa... bercerita tentang bangsa, negara, bahkan politik sebuah bangsa, itu bagus banget kalau ada di keluarga. Filmnya Ozu ini bicara tentang keluarga di Jepang setelah perang selesai. Sekitar 5-10 tahun setelah perang selesai. Bagaimana nilai-nilai keluarga itu tertantang banget."

Tiga Buronan (1957)

Sutradara: Nya Abbas Akup

"Film yang diproduksi sama Perfini, perusahaan film pertama di Indonesia. Dibuat oleh Nya Abbas Akup pas usianya masih sekitar 24 tahun, jadi dia masih sangat muda. Yang main Bing Slamet dan beberapa pemain terkenal di masa itu, aktor-aktor bagus tahun 50an. Ceritanya itu tentang tiga orang laki-laki yang datang ke sebuah desa dan mengaku sebagai tentara revolusi yang lelah habis berperang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tapi akhirnya diketahui bahwa mereka ternyata adalah bandit-bandit buronan dari sebuah penjara dan akhirnya dikepung oleh tentara revolusi beneran. Komedi yang cukup gelap, tapi bicara juga tentang layer-layer masyarakat Indonesia. Bagi saya, itu salah satu masterpiece 50an."

 

Sumber Foto: Beritagar

Tags: