Di Facebook, Video Lima Kali Lebih Engaging dari Gambar

By Marnala Eros, Mar 30, 2017

Di Facebook, Video Lima Kali Lebih Engaging dari Gambar

Selama beberapa tahun terakhir Facebook telah berevolusi menjadi kekuatan utama video di internet. Sepuluh media publikasi teratas saat ini menyumbangkan miliaran views kepada perusahaan Mark Zuckerberg setiap bulannya. Fakta tersebut menghasilkan pertanyaan: apakah ada alasan ketertarikan pengguna Facebook dan Instagram terhadap video?

Jawabannya bisa jadi ada dalam video teranyar yang dirilis Facebook IQ. Platform media sosial tersebut memaparkan hasil survey terhadap sejumlah partisipan di dua daerah terpilih, Inggris Raya dan Uni Emirat Arab. Menurut data, mereka yang tinggal di kedua negara tersebut menonton konten video di Facebook dan Instagram lima kali lebih lama ketimbang konten internet lainnya.

Facebook mengadakan eksperimen di mana di dalamnya terdapat pengamatan terhadap pergerakan mata dan ekspresi wajah para peserta saat sedang melihat-lihat personal feed mereka. Lalu ada sesi wawancara mengenai peran video dalam hidup mereka. Hasilnya, sebanyak 114 orang berumur 18-30 menonton konten video yang berdurasi pendek (di bawah sepuluh menit) minimal sebulan sekali. Facebook IQ turut menggandeng Kantar Media guna meriset 1.999 orang di Inggris Raya dan Uni Emirat Arab yang berumur 18 tahun ke atas yang menonton video berdurasi pendek setiap bulannya. Tujuan studi ini adalah untuk menakar konsumsi konten para partisipan dan menganalisa tren tontonan yang berkaitan.

Peningkatan Rasio Tonton Penduduk Inggris Raya

Berdasarkan data baik dari eksperimen laboraturium maupun riset, Facebook IQ menemukan kalau 64% peserta Inggris Raya telah meningkat rasio menonton videonya, melebihi data tahun sebelumnya. Data yang tersedia juga menyiratkan kebiasaan dan preferensi mereka yang tinggal di area kepulauan Britania:

-Peserta 1.20 kali lebih memilih menonton video menggunakan smartphone ketimbang komputer minimal sekali dalam sehari.
-67% responden cenderung menonton video di bawah sepuluh menit; sedangkan 1.36 millennials berkata kalau menonton video di mobile lebih mudah daripada menggunakan komputer.
-54% millennials menonton beberapa video berurutan, dan 54% di antara mereka tidak menyadari kebiasaan mereka tersebut.

Peningkatan Pesat Rasio Tonton Penduduk Uni Emirat Arab

Sudah jelas kalau penduduk Inggris Raya menikmati tontonan video mereka. Pada saat bersamaan Facebook IQ memaparkan kalau rasio menyaksikan video di Uni Emirat Arab lebih tinggi dari Inggris Raya. 79% peserta mengklaim kalau mereka lebih sering menonton video selama 12 bulan ke belakang.

-Penduduk UEA 1.40 kali lebih memilih menonton video di smartphone daripada komputer minimal sekali dalam sehari.
-77% responden lebih memilih video di bawah 10 menit, dengan 67% millennials bilang lebih mudah fokus menonton via handphone daripada desktop.
-65% millennials menonton beberapa video secara berurutan, yang 60% di antaranya tidak menyadari kebiasaan tersebut.

Langkah Berikutnya bagi Pemasar dan Penerbit Video

Facebook menyebutkan setidaknya ada lima faktor kunci yang terkait dengan melesatnya popularitas video online yang termasuk "smartphone, rentang perhatian yang pendek, binge-watching, pentingnya konteks, dan sensasi kebaruan." Merujuk pertimbangan tersebut - kendati survey dilakukan di Inggris Raya & UEA namun bisa dijadikan validasi - maka Anda semua yang menerbitkan video dalam platform (media) sosial mesti memperhitungkan strategi di bawah ini jika ingin semakin meraup perhatian publik:

1. Fokus di Konten Mobile
Mayoritas millennials di studi Facebook cenderung menonton konten video di handphone ketimbang komputer. Aplikasikan preferensi tersebut dengan mengembangkan klip dengan optimasi mobile di mana pengguna tak bisa menolak untuk meng-klik ketika konten muncul di feed mereka.

2. Manfaatkan Kekuatan Instagram
Facebook IQ menemukan dalam survey di Inggris Raya dan Uni Emirat Arab kalau video di Instagram menghasilkan level kebahagiaan yang 1.80 kali lebih tinggi dari konten serupa yang dipublikasikan platform lain. Publisher video yang ingin meningkatkan action dan brand loyalty harus mempertimbangkan penerbitan lebih banyak klip di akun Instagram mereka.

3. Persering Konten Berdurasi Pendek
Rentang perhatian yang pendek berkontribusi dalam melesatnya video online. Publisher video butuh kepastian bahwa konten mereka sendiri di Facebook dan Instagram mampu dicerna dan berdampak, sehingga tidak hanya menarik perhatian user yang melihat-lihat feed, namun juga menyampaikan pesan brand atau poin kunci sedari awal video.

4. Cobalah Format Video yang Baru
Merujuk pada pemikiran kalau kebaruan merupakan faktor kunci dalam pertumbuhan dan kesuksesan video online, Facebook IQ menyarankan publisher guna bereksperimen dengan format video yang baru. Sebagai contoh, peserta survey di Inggris Raya dan UEA cenderung menonton video 360-derajat 40% lebih lama dari konten video reguler; para responden ini juga punya level kebahagiaan 1.40 kali lebih tinggi ketimbang menonton video standar.

Simak videonya di sini.

Tags: Facebook Video