Debut Paling Menjanjikan di Dunia Film Selama Setahun Terakhir

By Marnala Eros, Jan 4, 2017

Debut Paling Menjanjikan di Dunia Film Selama Setahun Terakhir
Tahun baru, awal baru. Saatnya merencanakan hal-hal yang hendak dituju, atau kembali melanjutkan yang belum tercapai. Pilihan terdapat di pikiran dan tangan Anda. Yang jelas, ada baiknya mengisi permulaan tahun dengan semangat baru, alih-alih meratapi kegagalan pencapaian yang lalu.
 
Omong-omong soal baru, dalam berbagai bidang selalu ada yang memulai sesuatu yang baru setiap tahunnya. Kita merayakannya sebagai debut, dimana pertama kali kemunculannya disaksikan publik. Tak terkecuali dalam film. Tiap tahun cukup banyak insan yang mencoba peruntungan atau memulai karier, entah itu di kancah akting, penyutradaraan, perekaman, yang berujung pada penampilan film itu sendiri. Selain alasan berekspresi, ini merupakan soal demi hidup yang lebih baik, di mana sebagian lainnya memasang tirai cita-cita.
 
Yoodeo kemudian mengingat, siapa saja dalam setahun ke belakang (terhitung dari tanggal rilis) para sosok baru yang berhasil memukau mata lewat penampilan yang sangat baik, yang mampu membuat kita mengingat mereka tatkala baru pertama tampil di depan kamera. Beberapa di antaranya aktor anak, remaja tanggung, ada pula sutradara yang sudah kenyang menjadi asisten, pun animator Barat yang malah naik daun berkat cita rasa Asia. Semua kami rangkum di sini.
 
Perhatikan betul-betul namanya. Tonton karyanya jika memang Anda belum menunaikannya. Selamat menyimak sejumlah debutan pilihan kami.
 
1. Anya Taylor-Joy (The Witch)
 
Sejak tayang perdana di festival Sundance 2015, The Witch merupakan salah satu film horor dengan ulasan terbaik sepanjang pemutarannya pada 2016, dan selain debut sutradara Robert Eggers, Anda harus mulai melirik Anya Taylor-Joy. Breakthrough Actor disabetnya di Gotham Award. Filmografinya terus bertambah, dari Morgan bersama Kate Mara, menjadi teman dekat Obama dalam film Barry dengan setting New York 80an, hingga sudah didekati franchise X-Men. Mantan ballerina yang juga berprofesi sebagai model ini juga sempat membintangi salah satu video musik Skrillex.
 
2. Trey Edward Shults (Krisha)
 
Krisha, drama tentang orang tua pemabuk yang jadi andalan A24 merupakan film panjang pertama Trey Edward Shults. Sebelumnya dia membuat film pendek, salah satunya Krisha yang kemudian diadaptasinya ke durasi yang lebih panjang. Yang menarik, Krisha Fairchild di film adalah Krisha Fairchild di dunia nyata, yang juga adalah bibi kandung Shults. Banyak pemeran yang merupakan keluarga Shults, termasuk ibu dan neneknya, juga teman-temannya. Satu lagi bukti bahwa independensi tak pernah mati.
 
3. Travis Knight (Kubo and the Two Strings)
 
Film keempat dari Laika Entertainment sekaligus proyek pertama dari animator dan CEO Travis Knight sebagai sutradara yang pernah ikut menggarap Moongirl, Coraline, ParaNorman, dan The Boxtrolls. Percayalah bahwa Kubo tak akan menjadi film animasi mengagumkan terakhirnya. Jelas uang bukan masalah bagi Knight. Dia adalah putra dari Phil Knight, pendiri perusahaan produsen sepatu olahraga Nike.
 
4. Alex Hibbert (Moonlight)
 
Moonlight merupakan salah satu film paling dibicarakan di 2016 dan jadi film tahun kemarin dengan total penghargaan terbanyak di berbagai ajang (sampai artikel ini ditulis mereka sudah menggondol 113 kemenangan dari 196 nominasi). Luar biasa. Tentu kita tak bisa melewatkan Alex Hibbert yang memerankan Chiron semasa kecil. Entah dia bakal bermain film lagi dalam waktu dekat usai kesibukan-menyangkut-Moonlight selama dua tahun terakhir. Bahkan halaman Wikipedia-nya pun belum ada.
 
5. Pritagita Arianegara (Salawaku)
 
Sekilas, wanita lulusan Fakultas Ekonomi yang pernah menjadi Script Continuity dan asisten sutradara selama 12 tahun adalah pribadi dengan pemikiran sederhana; tampak dari Salawaku yang menurutnya hanya "soal meninggalkan dan ditinggalkan". Namun ia tak dapat lepas dari isu yang menyangkut eksistensinya sebagai perempuan, yakni masalah hamil di luar nikah. Maluku pun jadi wilayah bermainnya. Lewat film pertamanya, Salawaku, Pritagita berhasil diundang ke Tokyo International Film Festival, bersaing dengan 9 film lain dalam kategori Best Asian Future. Delapan nominasi FFI pun diraupnya.
 
6. Bi Gan (Kaili Blues)
 
Tak ada lagi sutradara Cina yang mampu menebar sensasi seperti Bi Gan sekarang ini. Kaili Blues sarat dengan gambar puitis, berani, dan melankolia yang sanggup memancing tarikan nafas panjang Anda di akhir. Visinya sudah mulai dibandingkan dengan sutradara Asia populer semacam Apichatpong Weerasethakul.
 
7. Royalty Hightower - Anna Rose Holmer (The Fits)
 
Aktris utama dan sutradara-penulis dalam The Fits sama-sama baru memulai film pertamanya. Royalty Hightower bermain sebagai bocah perempuan 11 tahun berotot tebal yang mencoba masuk ke tim dance, diarahkan dengan brilian oleh Anna Rose Holmer. Hasilnya boleh Anda buktikan sendiri dengan mencarinya di file-sharing terdekat.
 
8. Sasha Lane (American Honey)
 
Sebelum terjun ke akting, Sasha Lane bekerja sebagai pelayan restoran dan merupakan seorang atlit lari dan bola basket. Beruntung dia menyadari talentanya yang lain, Lane kemudian melejit setelah bermain dalam American Honey yang dibesut oleh Andrea Arnold. Lawan mainnya sekelas Shia LaBeouf. Di Cannes mereka meraih Jury Prize. Tahun ini Lane pun telah mengantungi dua jadwal rilis film panjang.
 
Sekali lagi, mulailah ingat-ingat nama mereka.
Tags: