Branded Video Content 2016 yang Digarap oleh Sutradara Beken

By Marnala Eros, Dec 7, 2016

Branded Video Content 2016 yang Digarap oleh Sutradara Beken
"Selamat pagi kepada para penumpang kereta Coach 14. Yang berbicara adalah kondektur Ralph. Dengan menyesal saya menginformasikan kepada Anda, akibat kondisi cuaca yang buruk sepanjang malam dikombinasikan dengan masalah mesin, kita bakal diarahkan menuju rute alternatif. Oleh karena itu kedatangan kita diprediksi akan terlambat sebelas setengah jam dari jadwal yang sudah ditetapkan..."
 
Perlahan kamera mengarah ke samping kanan dengan mulus, naik sedikit ke atas, kemudian panning ke sebelah kiri melahap masing-masing penumpang dan kotak kado yang menjadi identitas mereka di dalam gerbong yang menjadi tanggung jawab Adrien Brody sebagai kondektur Ralph. Semuanya berada dalam fase menanti, dalam perjalanan menuju rumah guna merayakan Natal bersama orang terkasih.
 
Iklan terbaru H&M berdurasi tiga menit lantas ditutup Wes Anderson dengan pesta Natal kecil bersama para penumpang yang terdiri dari berbagai ras, diakhiri shoot seorang anak yang tampak penasaran akan seperti apa pesta Natal dadakan di dalam kereta yang tengah melaju, bersatu dalam balutan kain label pakaian asal Swedia.

Film pendek berjudul "Come Together" menjadi branded video content terbaru yang digarap oleh sutradara The Grand Budapest Hotel setelah beberapa tahun terakhir telah menangani proyek iklan brand kenamaan seperti kartu kredit American Express dan rumah mode Prada. 

Pada era di mana tiap pembuat film diberi kesempatan oleh begitu banyak brand guna menuangkan kreativitas dan ciri khas, kolaborasi Anderson dan H&M bukanlah hal baru. Dari beberapa dekade ke belakang pun konsep semacam ini sudah berlangsung. Nama-nama besar seperti Martin Scorsese, Steven Spielberg, David Lynch, Ridley Scott, David Fincher, dan Alejandro G. Inarritu tercatat pernah menggarap iklan kendati mereka bukan sutradara yang spesialisasinya di lahan tersebut. Yang membedakan, kini kekuatan cerita sangat diperhatikan dan vital; tak hanya menyodorkan gambar-gambar cantik plus aktor terkenal untuk menyokong produk. Singkatnya, brand semakin pintar menjaring atensi masyarakat luas, baik yang berada dalam variabel pelanggan maupun yang tidak. Sah sah saja meningkatkan awareness, bukan?

Selain Anderson dan H&M, 2016 menampilkan sejumlah perpaduan menarik antara filmmaker dan brand, contohnya film pendek bisu hitam-putih David O. Russell (Silver Linings Playbook, American Hustle) untuk brand kepunyaan Miuccia Prada.

Dalam "Past Forward" yang berdurasi 12 menit, Russell mengarahkan Allison Williams, Freida Pinto, dan Kuoth Wiel yang memerankan karakter yang sama - sebagai wanita yang terjebak dalam mimpi yang menegangkan. Sejumlah aktor lain yang terlibat di antaranya John Krasinski, Connie Britton, Paula Patton, dan Sacha Baron Cohen.

Dedengkot sutradara film & iklan generasi MTV, Spike Jonze, bisa dibilang menjadi nama yang tak boleh dilewatkan tatkala mengupas topik ini. Agustus lalu beliau membesut video teranyar parfum Jepang, Kenzo, yang dibintangi Margaret Qualley sebagai wanita yang bosan dengan suasana formal di sekelilingnya. Ia lantas menyelinap ke luar, berdansa hingga peluh menetes di hall kosong, ditemani patung patung perunggu. Bukan jenis iklan parfum yang biasa Anda lihat.

Sedangkan untuk produk parfum terbarunya, rumah mode Inggris, Burberry, menggandeng pembuat film kaliber Academy Award yang meraih penghargaan prestisius Best Picture / Film Terbaik 2014 lewat 12 Years a Slave, Steve McQueen.

Dibintangi oleh aktor-musisi Josh Whitehouse dan model-aktris Amber Anderson, jika merujuk pada salah satu komentar di halaman YouTube, komposisi iklan ini terdiri dari 90% seks, 9% pakaian Burberry, dan 1% Mr. Burberry, dibungkus dengan indah oleh McQueen.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebagai salah satu pasar terbesar di benua Asia, para brand lokal dan internasional menatap Indonesia dengan kandungan potensi luar biasa. Perlahan tapi pasti, sudah ada beberapa sutradara film yang digandeng untuk mengerjakan iklan bercerita. Pertemuan antara aplikasi pesan instan Line dengan Ada Apa Dengan Cinta yang dibungkus dalam mini drama 10 menit seperti membuka mata brand terhadap gaya marketing yang sangat menjanjikan ini. Berbagai brand kemudian berbondong-bondong membuat aktivitas yang melibatkan video internet demi memperkuat citra mereka di mata publik.

Pada tahun ini sutradara pemenang FFI, Hanung Bramantyo, diajak pabrikan mobil Toyota untuk menggarap produk terbaru Sienta yang dibintangi dua dutanya, pasangan suami istri Rio Dewanto - Atiqah Hasiholan. Film pendek yang sudah ditonton 4,4 juta pemirsa ini cukup kental elemen aksi dan dramanya.

Dari produk wewangian pria, AXE menggebrak lewat web series sepuluh episode yang produksinya dipercayakan kepada sutradara yang sedang hangat, Angga Dwimas Sasongko. Di sini dia merangkul tiga persona cowok yang wajahnya lagi sering menghiasi layar, yaitu Keenan Pearce, Chicco Jerikho, dan Arifin Putra. Seluruhnya dapat Anda saksikan di channel YouTube AxeIndonesia.

Untuk iklan lokal favorit tahun ini, Yoodeo harus memberikannya kepada produsen air mineral Aqua dan sutradara muda Wregas Bhanuteja yang menyuguhkan kisah inspiratif yang dekat sekali dengan keseharian, begitu manis dan bersahaja. Angkat gelas untuk Landung Simatupang. Nama Wregas sendiri terangkat tahun ini berkat kemenangan film pendeknya, Prenjak, di Cannes Film Festival. Kemenangan pertama Indonesia di ajang legendaris tersebut.

Di tahun mendatang tentu konsep seperti ini akan semakin menjamur, atau mungkin bakal ada gebrakan baru lagi? Kemungkinan tersebut selalu ada. Kita hidup di masa yang mengizinkan perkembangan tumbuh subur setiap hari. Bisa jadi Anda, siapa tahu?

Tags: