Bagaimana Mengetahui Harga untuk Digital Content Anda

By Marnala Eros, Nov 9, 2016

Bagaimana Mengetahui Harga untuk Digital Content Anda

Ada perbedaan antara content yang baik dengan yang hebat. Yang "baik" mungkin hanya membutuhkan desain yang dikerjakan beberapa hari saja, sedikit pengembangan dan copywriting seadanya, serta pilihan media yang terbatas dalam mempublikasikan campaign tersebut. Kucurkan modal untuk yang "baik", maka Anda harus merelakannya tenggelam begitu saja.

Lantas bagaimana dengan yang hebat? Berbeda dengan deskripsi sebelumnya, "hebat" tidak bisa dipikirkan setelah campaign berjalan. "Hebat" sangat fundamental dalam perencanaan campaign. "Hebat", harus sudah ada sejak dalam pikiran kala pertama kali gagasan mengemuka.

Campaign yang hebat membutuhkan tujuan dan bakal memikat banyak orang dalam konteks yang tadinya tampak tidak mungkin. Perlu wawasan yang dalam guna mencapainya. Campaign yang hebat dapat memenuhi kebutuhan bisnis dan mengisi celah marketing Anda. Campaign seperti ini mesti dipahat sebagus mungkin dan harus bisa menangkap pasar di waktu yang tepat. Namun tetap butuh yang namanya elemen keberuntungan. Percaya tak percaya, kendati Anda merasa sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar, bisa jadi Anda hanya bisa mencapai beberapa campaign hebat saja selama karier pemasaran Anda.

Simon Bennison, Head of Content Marketing di Caliberi, baru-baru ini membeberkan pertimbangan yang harus dibayar demi mencapai campaign hebat. Terlepas dari keberuntungan, ada beberapa poin dan pertanyaan yang harus Anda jawab sendiri sebelum memutuskan melakukan campaign.

1. Investasi untuk Sesuatu yang Hebat Lebih Bernilai, Sementara Puas dengan yang Baik Dapat Berujung Kegagalan

Faktanya, walaupun content berbayar terhitung mahal, namun hampir pasti tergaransi bakal berjalan (bahkan jika content-nya medioker), sehingga di situlah marketers menginvestasikan uangnya.

Satu hal yang pasti: Anda tidak akan bisa menjadi hebat jika tidak membuat obyektif sedari awal. Pemetaan inti tujuan campaign tak bisa lepas dari diagnosis permasalahan yang dihadapi konsumen. Apa yang mereka butuh dan bagaimana Anda menghubungkannya dengan gol Anda?

Secara luas ada lima fase dalam perjalanan konsumen. Agar bisa sukses, campaign Anda harus engage dengan orang-orang di minimal satu fase ini:

-Awareness

-Consideration

-Intent

-Decision

-Advocacy

Namun yang juga harus diperhatikan, ini merupakan solusi jangka pendek, bukan sukses jangka panjang yang tentunya akan lebih Anda inginkan. Maka selanjutnya...

2. Sasarlah Tujuan Jangka Panjang

Daripada berjudi lewat solusi jangka pendek, sangat penting bagi brand agar dapat menyadari pentingnya investasi waktu dan uang untuk content yang benar-benar bernilai.

Simon menyebut Making a Murderer sebagai contoh, dokumenter Netflix yang memakan waktu 10 tahun hingga bisa mencapai hasil yang diinginkan.

Kendati awalnya tidak ada pendanaan dan rencana yang jelas, para pembuat film berusaha berdiri teguh kalau mereka membuat sesuatu yang luar biasa guna membuktikan komitmen mereka. Dengan dedikasi tinggi untuk menggambarkan kisah Steven Avery, mereka membuktikan bahwa investasi dalam medium content yang hebat dapat membawa hasil yang lebih hebat lagi.

3. Buatlah Strategi yang Baik

Apa saja komponen yang diperlukan untuk membuat strategi yang baik?

Menurut Simon untuk membuat satu saja diperlukan tiga langkah:

-Telaah content yang gagal dan tak berjalan baik

Aplikasikan kerangka berpikir 'See, Think, Do, Care. Dalam hal ini terdiri dari: pengarahan visi perusahaan, riset kompetitor, penetapan target audiens, dan analisis permintaan.

-Pastikan Content yang Ingin Anda Buat

Kerangka berpikir serupa dapat dipakai dalam mencari content seperti apa yang butuh dibuat, namun juga selalu pastikan berapa banyak yang bakal diinvestasikan.

-Ambil Langkah Koheren

Lagi-lagi 'See, Think, Do, Care' terasa penting sebelum menentukan langkah. Empat pertanyaan yang harus Anda temukan jawabannya:

See: What Would I pay in advertising for the coverage I can earn if the campaign is right?

Think: What are the micro conversions? How much do they cost me to achieve via my other channels?

Do: What is the revenue, or profit generated from the campaign?

Care: How much would I pay for the reach I can achieve organically if people share their experience?

Strategi yang baik harusnya selalu berpusat pada kebutuhan konsumen. Anda bakal terbantu dalam menemukan content yang sebelumnya tak berjalan baik dengan merujuk kepada pengalaman pelanggan selama ini.

4. Ingatlah Apa yang Dapat Dicapai oleh Campaign yang Hebat

Ketika memasang harga untuk content, penting untuk mengingat apa yang dapat dicapai campaign yang hebat.

Cari tahu, campaign yang sukses itu seperti apa? Sejauh apa potensi keuntungan dari hasil yang Anda butuh? Sekali lagi, jangan puas dengan hanya "baik", bisa jadi Anda tak akan mencapai apapun.

Pertanyaan-pertanyaan tadi dapat membantu Anda menetapkan berapa banyak dana yang bakal Anda kucurkan. Kalau memang hasilnya nanti hebat, pertimbangkanlah melakukannya untuk jangka panjang.

Jika campaign yang Anda persiapkan bakal memakan waktu panjang, investasi dalam bentuk waktu dan uang, tentu tak ada salahnya memastikan semuanya tak terbakar sia-sia, bukan?

 

Sumber Foto: Adweek

Tags: