Apa yang Bisa Kita Pelajari dari National Geographic sebagai Penguasa Social Video?

By Marnala Eros, Apr 26, 2017

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari National Geographic sebagai Penguasa Social Video?

Sejak pertama kali terbit pada 1888, National Geographic yang awalnya merupakan tempat berkumpul mereka yang menaruh perhatian dalam bidang sains dan eksplorasi telah berkembang pesat sebagai perusahaan media raksasa yang dikenal dengan kekuatan cerita, fotografi mengagumkan, dibalut dengan pesan-pesan menarik.

Media sosial dipupuk sebagai bagian dari ranah kejayaan NatGeo. Dengan total 140 juta pengikut pada seluruh platform, mereka dipandang sebagai media publishing paling banyak diminati oleh masyarakat internet alias netizen. Per tulisan ini terbit, jangkauan konten visual NatGeo terdiri dari 74,2 juta pengikut di Instagram atau sekitar 53% dari total pengikut. Facebook menyumbang 31% jangkauan sosial mereka.

Selama dua tahun terakhir NatGeo mendarat di posisi puncak brand yang paling tinggi social engagement-nya di Amerika Serikat. Dengan lebih dari 2,6 miliar social engagement, majalah yang bermarkas di Washington D.C. berdiri sejajar dengan penguasa konten lainnya seperti NFL, NBA, dan Victoria's Secret.

Bisa dibilang NatGeo memegang mahkota penerbit konten yang berhubungan erat dengan alam; flora, fauna, hingga cerita lain manusia. Mencapai jutaan views dalam sekejap bukanlah lagi masalah bagi mereka.

Misi Penyampaian Cerita

Bagi NatGeo sendiri, penyampaian cerita tetap menjadi komitmen utama. Namun guna berjalan efektif, orang-orang ini sadar kalau mereka harus mampu bermain di kolam utama hari ini. "Kami ingin menjadi bagian dari pembicaraan," ujar Editor in Chief Susan Goldberg dalam edisi April 2017. "Kami melakukannya dengan membuat cerita yang tepat waktu, berkesan, dan penting melalui majalah dan nationalgeographic.com. Pelaporan baru-baru ini mengenai krisis pengungsi, revolusi gender, dan perubahan iklim merupakan beberapa contoh guna mencapai objektif tersebut," pungkasnya.

Menurut Search Engine Watch, kemenangan NatGeo di arena digital disebabkan oleh beberapa hal yang bermuara pada kesuksesan menggodok strategi di media sosial. Langkah dan insight ini mengacu pada presentasi Nadine Heggie, Vice President of Global Partnerships for National Geographic Partners Europe & Africa, saat dirinya berbicara di Social Media Week 2016 tentang bagaimana NatGeo mendominasi media sosial dengan penyampaian cerita dan kekuatan komunitas. Beberapa poin menarik yang patut Anda tandai antara lain:

1. Fokus Terhadap Konten Visual

Bagi National Geographic yang tersohor dengan foto-fotonya yang luar biasa bagus dan bermakna dalam, Instagram merupakan platform tepat guna memperluas posisi mereka di arena visual internet. Jumlah pengikut mereka kini mencapai angka 76 juta. Akunnya sendiri - @NatGeo - dijalankan oleh fotografer yang melanglangbuana ke berbagai penjuru, dari ekosistem bawah laut hingga ke puncak gunung berapi. "Melalui @NatGeo kami membantu orang merasakan pengalaman dan kebudayaan planet bumi dari balik lensa fotografer kami yang spesial dan tidak difilter," ujar deputy photographer Patrick Witty.

2. Investasi pada Penyampaian Cerita dan Pembuat Cerita

Untuk konteks National Geographic, konten visual masih berkaitan erat dengan misi penyampaian cerita. Penceritaan yang baik tidak akan terjadi tanpa kolaborasi dengan fotografer, pembuat film, jurnalis, serta ilmuwan dan penjelajah.

3. Di mana, Kapan, dan Bagaimana Konsumen Menginginkannya

Tiap platform media sosial tentu mengandung audiens yang memiliki kekhasan tersendiri entah itu dalam cara mengonsumsi atau selera. Lanskap Snapchat, misalnya, tidak bisa disamakan dengan Facebook. NatGeo mengerti hal tersebut. Mereka sadar bahwa pendekatan yang dilakukan harus berbeda untuk tiap platform-nya. Maka demi mencapai ekspektasi pengguna tiap-tiap platform, NatGeo berusaha melakukan kustomisasi konten yang nantinya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan engagement di tiap platform.

4. Fleksibel dan Adaptif

Perkembangan teknologi seakan tiada habisnya. Hari berganti, selalu ada berita baru yang membuat saraf-saraf ini bersemangat. NatGeo memahami situasi tersebut dan mencoba beradaptasi dengan zaman. Facebook Live menjadi salah satu fitur yang telah mereka gunakan demi memberi pengalaman spesial bagi audiensnya. Engagement terjadi pada saat itu juga, di mana audiens bisa lebih dekat dengan sang pencerita melalui likes, comments, dan shares yang langsung terpatri di halaman yang bersangkutan.

5. Tujuannya Jelas

Menggunakan media sosial sebagai misi membuat perubahan pada dunia. Kenapa tidak? Penyampaian cerita seharusnya berjalan beriringan dengan tujuan yang lebih besar, bergandengan dengan visi brand yang bersangkutan. Isu-isu penting seperti perubahan iklim dan kebersihan laut dikolaborasikan dengan duta lingkungan dan fotografer di mana pandangan mereka sangatlah bermanfaat dalam membentuk opini publik supaya timbul kesadaran terhadap isu-isu fundamental.

Cukup banyak pelajaran yang dapat diambil dari kiprah National Geographic selama ini. Bukti bahwa penyampaian cerita tidak hanya berisi ide-ide luhung sang tukang konsep, tapi bagaimana membawa ide tersebut kepada banyak orang dan bagaimana mereka dapat tergerak lewat konten yang ditawarkan.

 

Sumber Referensi: National Geographic, Search Engine Watch, Tubular Insight