Apa Saja Perubahan Penting di Facebook dan YouTube?

By Marnala Eros, Mar 6, 2017

Apa Saja Perubahan Penting di Facebook dan YouTube?

Baru-baru ini Facebook dan YouTube mengumumkan sejumlah perubahan dalam format video advertising mereka. Perubahan seperti apakah yang dimaksud? Lalu, kenapa Facebook dan YouTube, dua situs sosial yang terhitung sukses, memutuskan memberi peringatan awal kepada kita soal format video advertising?

Cara Baru Menonton Video Facebook

Pada 14 Februari Facebook mengumumkan empat cara baru menonton video-video mereka. Perubahan terbesarnya, yaitu menampilkan suara (selanjutnya disebut sound atau audio) dalam video di News Feed. Seperti yang Anda rasakan, juga para praktisi marketing, video di News Feed tak bersuara, kecuali audiens menekan video guna mendengar audionya. Tapi ketika banyak anak muda menonton video Snapchat di smartphone mereka, mereka berharap ada suara ketika volume di gadget mereka nyala. Ada perubahan kebiasaan yang memaksa munculnya perubahan lain.

Facebook kemudian memutuskan, usai menetaskan keberadaan audio di News Feed serta "mendengar respon positif", untuk mengikuti jejak Snapchat dan perlahan menampilkan sound. Saat update ini diberlakukan nanti, sound akan berkumandang tatkala pengguna Facebook melakukan scrolling video di News Feed mereka.

Jika smartphone Anda diatur dengan mode diam, maka sound video Facebook tak akan muncul. Jika Anda tidak menginginkan video dengan sound, Anda dapat mematikan fitur tersebut dengan menekan tombol "Videos in News Feed Start with Sound" di Settings. Facebook juga bakal meluncurkan pesan produk yang berisi pengalaman dan kontrol pengguna soal perkembangan terkini soal audio.

Facebook juga mengumumkan perubahan soal membuat video vertikal terlihat lebih baik di perangkat mobile. Nantinya, video yang Anda tonton bisa di-minimize menjadi pemandangan gambar-ke-gambar yang terus terputar di pojok layar sewaktu Anda melihat-lihat News Feed. Nantinya, ada pula aplikasi video Facebook untuk tv yang bisa jadi akan mengganggu ketentraman platform lain.

Lantas, kenapa pengguna Snapchat mengharapkan sound ketika menonton video? Karena post yang mereka lihat berasal dari teman, bukan pengiklan. Dengan Facebook Live, bisa jadi kita bakal melihat respon serupa. Kendati terlalu cepat guna memastikannya.

Kenapa Facebook bisa menyebut "respon positif" usai mencoba sound pada News Feed? Kira-kira begini, tidak semua pengguna Facebook menonton video di News Feed mereka. Sejauh yang kita tahu, "hanya" 500 juta pengguna Facebook menonton video, jadi tes tersebut sepertinya menggunakan segmen yang paling bersahabat dengan pengguna Facebook. 85% pengguna Facebook tersebut menonton video dengan audio mati. Lalu apakah Facebook merangkul 15% yang menonton video dengan suara nyala? Dan ketika Facebook menampilkan video yang terputar otomatis dengan audio, apakah respon bakal tetap positif?

Dengan kata lain, terima kasih kepada Facebook yang telah memberi informasi cerah soal perubahan. Bagi perusahaan yang baru merayakan tahun jadi ke-13, mereka sudah menunjukkan cukup kedewasaan. Namun praktisi marketing harus melihat perubahan ini sebagai pedang bermata dua, karena bisa jadi sound tidak disambut baik oleh pengguna layaknya pengiklan.

YouTube Mengakhiri Iklan 30 Detik yang Tidak Bisa Di-Skip

Sementara itu di Inggris Raya, Google meluncurkan pernyataan resmi pada 17 Februari bahwa mereka akan mendukung pemberhentian iklan 30 detik yang (tadinya) tidak bisa di-skip mulai tahun 2018. Juru bicara Google bilang kalau YouTube akan "fokus pada pengalaman menonton iklan para pengguna dan mencari format yang paling baik bagi pengguna dan pengiklan."

Sekarang ini iklan 30 detik yang tak bisa distop jadi favorit bagi para pemasang iklan. Namun kelihatannya format tersebut tidak menyenangkan bagi pengguna YouTube yang tampak berharap adanya kuasa memilih iklan video apa saja yang bisa mereka tonton - yang mana hal tersebut diberikan oleh iklan video TrueView tujuh tahun lalu. Kini pengiklan harus menunggu sampai 2018 guna membuat penyesuaian terhadap rencana mereka. Nantinya, iklan video dengan format durasi 15-20 detik yang tak bisa dilewati, akan tetap dikembangkan. YouTube pun telah mengumumkan bumper iklan 6 detik yang tak bisa di-skip (yang mana sekarang durasinya 5 detik).

Sekali lagi, terima kasih kepada YouTube yang memberi kita pencerahan mengenai perubahan yang akan datang. Ada kesempatan untuk bersiap-siap. Situs video-sharing berumur 12 tahun tersebut sudah menunjukkan kedewasaan.

Yang harus disadari adalah YouTube tampak memberi penggunanya apa yang mereka mau, sementara Facebook membatasi apa yang diinginkan pengiklan.

Layaknya dua tim yang bersaing dalam perlombaan terbuka, patutlah mengamati perubahan yang akan berdampak pada dunia periklanan ini. Walaupun kita belum tahu seperti apa jadinya hingga mulai diberlakukan pada 2018 mendatang. Sementara ini, pelajari lebih jauh saja.

 

Sumber: Tubular Insights

Tags: