Anggy Umbara: Sutradara Serba Bisa

By Marnala Eros, Apr 7, 2016

Anggy Umbara: Sutradara Serba Bisa

Profesi Comic atau Stand-Up Comedian di Indonesia sepertinya tengah mengalami masa gemilang sekarang ini. Hal tersebut bisa dilihat dari makin banyaknya acara yang di stasiun televisi yang menampilkan para comic, termasuk juga ajang pencarian bakat komedian baru yang selalu diminati ratusan bahkan ribuan calon peserta, membuat profesi ini menjadi salah satu yang banyak diminati sekarang ini. Banyak orang tertarik untuk bisa menjadi seorang comic karena banyak job yang menanti di stasiun televisi, bahkan juga film layar lebar, seperti Comic 8 karya Anggy Umbara.

Anggy Umbara sebetulnya lebih banyak berkiprah di industri fim iklan. Ia juga seorang musisi yang tergabung dalam sebuah grup bernama Purgatory. Untuk mengenal lebih jauh dengan sosok sutradara nyentrik ini, berikut beberapa hal yang bisa dirangkum:

1. Terlibat Shooting Sejak Baru Lahir

Lahir dengan nama Krishna Anggara pada tahun 1980 , Lelaki berjenggot ini sejak kanak-kanak sudah akrab dengan dunia film. Ayahnya, Danu Umbara, seorang sutradara yang juga pemilik Umbara Brothers Film, kerap mengajak Anggy ke lokasi shooting. Mengenai lokasi shootingnya sendiri, kadang menggunakan rumah ayahnya dengan tujuan menekan biaya produksi. Jadi tak heran kalau sejak kecil ia sudah disuguhi suasana shooting dengan adegan orang sedang berkelahi, dengan muka para pemainnya dilumuri darah buatan.

Bukan itu saja. Lingkungan keluarga Anggy memang bergelut di produksi film. Ibunya Nani Sukandar, seorang Pimpinan Produksi Film Nasional. Kakaknya, Nanda J. Umbara, sutradara film Gerbang 13. Bahkan tantenya, Melani Umbara juga nyemplung sebagai asisten sutradara sinetron produksi Rapi Film dan Multivision Plus.

2. Uang Jajan Lebih Penting dari Nilai di Rapor

Ketika duduk di bangku SMA, tahun 1996, Anggy coba-coba menulis skenario sebuah program TV. Anggy membantu pekerjaan Nanda yang kebetulan sedang overload. Dari hasil kerjanya itu, Anggy kecipratan honor antara Rp. 2-3 juta. Lumayan buat ukuran seorang ABG saat itu. 

Manisnya hasil bekerja di film membuat Anggy tambah getol. Tak peduli nilai-nilai di raportnya banyak yang jeblok, Anggy terus terlibat dalam dunia production. Dia bahkan merambah dunia musik dan kerap manggung di kafe-kafe. Ia sibuk nyari duit buat jajan hingga tak terlalu menggubris nilai-nilai di sekolahnya. Ia bahkan secara jujur mengakui sempat terpaksa menyogok agar bisa naik kelas.

3. Musisi Bertopeng Mengusung Nilai-Nilai

Saat remaja dan mulai menginjak dewasa, Anggy sebetulnya menginginkan menjadi seorang musisi, hingga pada tahun 1994 ia tergabung dalam sebuah band metal bernama Purgatory bersama teman-temannya dengan posisi sebagai DJ. Putgatory adalah sebuah band metal, namun berbeda dengan band metal lainnya yang biasanya mengusung tema kekerasan dan pemberontakan, Purgatory justru dikenal sebagai band yang sering menyelipkan nilai-nilai agama atau dakwah islami.

Menginjak umur 19, Anggy membuat beberapa video klip untuk bandnya tersebut. Klip yang tayang di beberapa stasiun TV itu sempat dilirik oleh Yayasan Cinta Anak Bangsa. Anggy ditawari sebagai sutradara bekerjasama dengan Daniel, produser asal Amerika, menggarap PSA Kampanye Anti Narkoba selama sebulan. Dalam produksi tersebut, selain menjadi sutradara, ia juga merangkap menjadi seorang editor.

4. Sutradara Paket Lengkap

Berbekal pegalamannya itu, Anggy nekat untuk terlibat di produksi layar lebar, Gerbang 13 tahun 2001. Anggy sebagai penulis naskah sekaligus editor dan Nanda sebagai director. Namun di film ini Anggy belum mencantumkan namanya sebagai penulis naskah, karena ia mengakui bahwa ide dasarnya tetap berasal dari sang kaka, ia hanya membantu mengembangkannya saja. 

Sukses dengan Gerbang 13, Anggy ditarik Gary Hayes ke Padi Film saat itu, dengan tugas sebagai editor film. Setahun di Padi Film, ia kemudian hijrah ke Pyramid Post sebagai editor. Ia juga pernah mengikuti kursus animasi 3D yang memberinya pengetahuan dasar tentang animasi dan visual effect. 

Selain menjadi editor, Anggy juga aktif menyutradarai. Video klip Agnes Monica feat. Ahmad Dhani, Dewa, Flip, D'Masiv, dan Indah Dewi Pertiwi. Sementara untuk industri periklanan sendiri, nama Anggy menjadi salah satu nama yang paling dicari sebagai sutradara film iklan, hingga sekarang sudah sangat banyak iklan yang ia buat. 

Memiliki keterampilan di bidang musik, minat dan kreatifitas dalam menulis, pengetahuan di bidang animasi dan visual effect serta berpengalaman di bidang editing, membuat Anggy menjadi seorang sutradara yang komplit, dengan berbagai keterampilan yang bisa mendukungnya dalam berkreasi membuat film layar lebar maupun film iklan.

5. Mama Cake, Perjalanan Mencari Sepotong Kue

Ada sebuah pencapaian yang sangat memuaskan secara batiniah bagi Anggy saat ia memulai kiprahnya di film layar lebar dengan menyutradarai film Mama Cake, sebuah film dengan latar cerita yang sederhana tentang perjalanan tiga orang sahabat bernama Rakha, Willy dan Rio, untuk membeli sebuah kue yang dipesan oleh neneknya Rakha yang sedang sakit. 

Bagi Anggi, selain karena ini adalah film pertamanya - dan film pertama untuk Falcon Films juga sebagai pihak produksinya -  juga substansi cerita dari film ini yang membuatnya sangat menyukainya. Film ini dibintangi oleh Ananda Omesh, Boy William dan Arie Dagienkz. 

Sebetulnya film ini tak terlalu menguntungkan secara nominal, karena tak terlalu lama bertengger di bioskop. Tapi orang justru mulai terkesan dengan cerita film ini setelah mincul di stasiun televisi, hingga ada beberapa orang mahasiswa yang menghubungi Anggy untuk mengulas film tersebut sebagai tugas akhir kuliah mereka.

6. Comic 8, Stand Up Comedian Merampok Bank

Berawal dari pembicaraan santai antara Anggi dan Executive Producer dari pihak Falcon Pictures yang membicarakan tentang ide sebuah film yang dimainkan oleh para stand up comedian. Dari obrolan tersebut akhirnya tercetuslah ide tentang perampokan sebuah bank yang menjadi latar belakang cerita sebuah film comedy action yang kemudian diberi judul Comic 8 serta sekuelnya Comic 8: Casino King 1 dan 2.

Pemilihan angka 8, karena saat itu Anggy sedang terlibat dalam pra produksi film lainnya yang berjudul 9 (Nine), namun karena proses pembuatan film tersebut dirasa akan lebih memakan waktu yang lama, maka dibuatlah film 8 terlebih dahulu, yang dimainkan oleh para comic atau stand up comedian.

Film Comic 8 ini melibatkan 8 orang comic yang sebelumnya memang sering muncul di stasiun televisi nasional ataupun mereka yang menjuarai kompetisi pencarian bakat. Nama-nama tersebut adalah Babe Cabita, Bintang Timur, Mongol Stress, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Ary Kriting, Kemal Palevi dan Fico, serta ditambah beberapa comic dan komedian lainnya dengan beberapa peran berbeda.

Sebelum menangani film Comic 8, Anggi juga menjadi sutradara untuk film ??Coboy Junior The Movie??, sebuah fim musikal yang dibintagi oleh grup penyanyi bernama Coboy Junior yang digawangi oleh empat anak lelaki yang baru memasuki usia remaja bernama Bastian, Iqbaal, Aldi dan Kiki.

7. Religius Tak Cuma Hijab dan Pesantren

Tahun 2014 Anggy terlibat dalam sebuah film bertema laga dengan setting masa depan di tahun 2036, berjudul 3: Alif Lam Mim. Walau film ini penuh dengan adegan perkelahian dan adegan aksi lainnya, plus dipenuhi dengan sentuhan visual effect yang untuk menyesuaikan dengan suasana futuristik tersebut, sebetulnya bagi Anggy film ini adalah sebuah film religius yang penuh dengan makna dan nilai-nilai.

Anggy hanya berusaha jujur dengan apa yang dirasakannya saat berkarya, hingga seringkali kita bisa melihat kalimat dan dialog filosofis ataupun kritik sosial tersisip dalam film-filmya. Baginya membuat film religius tak harus identik dengan atribut seperti jilbab atau suasana pesantren, toh kalau ujungnya hanya bercerita tentang sepasang manusia berlainan jenis yang saling jatuh cinta dan akhirnya menikah. 

Proses pra produksi film ini cukup memakan waktu lama, hingga akhirnya tayang di bioskop pada Oktober 2015. Sementara untuk shootingnya sendiri hanya 26 hari, dan pembuatan visual effectnya tersisa waktu 2 bulan. Anggy bahkan jatuh sakit karena terlalu lelah mengejar produski film ini hingga ia sempat mengarahkan para pemain dari atas ambulan agar proses produksi bisa tetap berjalan.

 

Sumber:

http://entertainment.kompas.com/read/2015/06/23/205139310/Anggy.Umbara.Fico.Peluk-peluk.Buaya.di.Comic.8.Casino.Kings.

Tags: