5 Tren Video Marketing yang Memuncaki 2016

By Marnala Eros, Aug 29, 2016

5 Tren Video Marketing yang Memuncaki 2016
Di era digital seperti sekarang, visual marketing sudah tak bisa lagi diabaikan. Para pengiklan digital yang mewakili satu perusahaan tertentu harus mengerahkan berbagai upaya dalam mengikuti lima tren di bawah ini guna menyukseskan strategi marketing di sisa tahun 2016.

1. Branded Video Content

Sebetulnya ini sesuatu yang sudah diproduksi banyak brand dalam beberapa tahun terakhir, namun efeknya akan terus meningkat pada 2016. Branded video content sendiri  adalah video yang dirilis di bawah nama sebuah brand dengan tujuan merangkul publik, menjelaskan value, dan merepresentasikan action. Platform streaming video seperti YouTube merupakan pangkal dari tren ini. Dengan 4 milyar views per hari, YouTube menjadi situs ketiga yang paling sering dikunjungi setelah Google dan Facebook. Video brand dapat berupa promosi produk yang dibalut dengan format drama maupun wawancara, namun konsep content yang segar adalah yang paling dicari untuk saat ini.

2. Video di Home Pages dan Product Pages

Penggunaan YouTube sebagai media publikasi sudah biasa. Yang sedang berkembang belakangan ini tak lain adalah video yang tayang di tautan brand itu sendiri alias home page dan laman produknya yang sering disebut landing pages. Pada 2016 para brand akan lebih memperhatikan desain website mereka agar tidak statis dan lebih interaktif.

3. GIF di Media Sosial

Kendati bukan video, namun GIF merupakan bagian dari visual marketing yang tak lain induk dari video marketing itu sendiri. Penggunaan GIF bakal semakin marak pada tahun ini. Twitter saja mengumumkan bahwa mayoritas content terbaik mereka selama 2015 melibatkan GIF. Benda yang satu ini memang dapat menyampaikan pesan dalam timeframe yang pendek. Satu lagi peluang yang belum sering dimanfaatkan brand secara luas adalah Vine, layanan berbagi video pendek yang hanya berdurasi 6 detik namun bisa memberi imbas hebat.

4. Live-Stream di Media Sosial

Pada 2015 muncul yang namanya Meerkat dan Periscope, media sosial yang dapat memungkinkan pengguna menampilkan video live-stream kepada pengikutnya. Seperti Periscope, yang merupakan gabungan sempurna dari media sosial dan video yang dapat dimanfaatkan para pengiklan digital. Medium semacam ini bisa dipakai brand untuk sneak peek, presentasi produk, celebrity takeovers, sesi tanya-jawab live, hingga footage behind-the-scene.

5. Video untuk Email Marketing

Content berisi teks sudah semakin terpinggirkan dan video bakal merevitalisasi email marketing. Menurut Social Media Today, dengan video durasi waktu membaca email meningkat hingga 50 persen dan meningkatkan sharing serta forwarding juga dengan kenaikan 50 persen. Kunci menggunakan video di email tergantung pada kualitas video dan durasinya. Video berdurasi lebih dari tiga atau empat menit bakal diabaikan.
Tags: