10 Aktor Ini Pernah Memerankan Musisi dalam Film Biopik

By Marnala Eros, Nov 15, 2016

10 Aktor Ini Pernah Memerankan Musisi dalam Film Biopik
Setelah Sacha Baron Cohen mundur dari produksi film Bohemian Rhapsody, akhirnya ada titik terang mengenai proyek yang sudah berjalan selama 8 tahun tersebut. Rami Malek, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Elliot Alderson dalam Mr Robot, baru-baru ini ditunjuk menggantikan Cohen guna berperan sebagai vokalis band Queen, Freddie Mercury.
 
Syuting bakal berlangsung pada 2017 mendatang. Maka bagi penggemar Queen dan Mercury harap bersabar. Bisa jadi kita baru menyaksikan filmnya sekitar dua tahun lagi, kalau segalanya berjalan lancar. Dua anggota Queen, Brian May dan Roger Taylor, turut mengawasi sebagai produser musik. Ketidakcocokan dengan keduanyalah yang ditenggarai membuat Cohen mundur dari proyek ini.
 
Biopik ini meneruskan tradisi terbaru di perfilman Barat sana, di mana musisi asli yang (mungkin) dianggap legendaris dan kisahnya yang movie-material diberi penghormatan sekaligus jualan dengan pasar yang sudah jelas. Cukup banyak film biopik musisi akhir-akhir ini, termasuk di antaranya N.W.A, Jimi Hendrix, Chet Baker, Hank Williams, Brian Wilson, Miles Davis, hingga James Brown. Sekarang tibalah giliran Freddie Mercury. Tetap menarik untuk dinantikan.
 
Namun jelang kehadiran filmnya, simak dulu sejumlah aktor yang pernah bermain dalam biopik musisi pilihan kami. Mereka ini tampil dalam film-film yang terhitung baik secara mutu, tak hanya menyampaikan kisah hidup begitu saja. Berikut sepuluh yang pantas disimak:

Gary Oldman (Sid Vicious dalam Sid and Nancy)

Dua kali aktor watak Inggris ini berperan sebagai musisi, dari dua zaman yang berbeda; menjadi Sid Vicious dalam film tahun 1986, Sid and Nancy, serta bermain sebagai komposer terkenal Ludwig van Beethoven pada dekade berikutnya dalam Immortal Beloved. Namun sedikit yang mengenangnya untuk film yang disebut terakhir. Sedangkan pujian banyak dituai Oldman usai dengan meyakinkan berperan sebagai pecandu yang kebetulan bermain bass di the Sex Pistols.

Val Kilmer (Jim Morrison dalam The Doors)

Generasi sekarang mungkin mengernyitkan dahi mendengar nama Val Kilmer, padahal dia bintang terang pada masanya di dekade 80 hingga awal 2000an. Salah satu peran ikoniknya adalah sebagai vokalis-penyair kharismatik Jim Morrison dari band The Doors (yang juga dijadikan judul film tahun 1992). Oliver Stone sendiri lebih menonjolkan aspek kehidupan dan berkesenian Morrison lebih dari para personel lain di film ini, dan kekurangakuratan sejarah sempat memunculkan protes dari kibordis Ray Manzarek.

Angela Bassett (Tina Turner dalam What's Love Got to Do with It)

Bassett meraih nominasi Academy Award dan sebuah trofi Golden Globe lewat perannya sebagai ratu rock n roll Tina Turner dalam biopik What's Love Got to Do With It (judulnya diambil dari lagu Turner berjudul serupa pemenang Grammy). Kisah awal kariernya bersama mantan suami Ike Turner yang terdapat dalam buku I, Tina diadaptasi dengan baik menjadi naskah film yang kemudian digarap oleh Brian Gibson.

Jamie Foxx (Ray Charles dalam Ray)

Pada 2004 Foxx si serba bisa memerankan penyanyi blues legendaris Ray Charles dalam biopik berjudul Ray, menjadikannya sebagai aktor pria kedua yang meraih dua nominasi akting di tahun yang sama (Foxx juga masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik melalui Collateral), prestasi yang menyejajarkannya dengan Al Pacino. Aksinya sebagai Brother Ray diapresiasi luar biasa, diganjar piala Oscar dan BAFTA. Semuanya diraih di tengah kesibukannya merangkai nada. Hebat.

Joaquin Phoenix (Johnny Cash dalam Walk the Line)

Lagi-lagi kualitas akting level Academy Award. Phoenix meraih nominasi Oscar untuk Aktor Terbaik pertamanya melalui Walk the Line. Namun kalau pun tak masuk, penampilannya tetap mengundang decak kagum. Roh Johnny Cash seperti merasuki Phoenix, tak kurang tak lebih. Satu dari sedikit aktor sekarang yang kemampuannya konsisten menanjak naik, sungguh beruntung dapat terus menyaksikannya. Masih di umur 40an awal, semoga dia tak cepat menyusul abangnya River yang tak kalah bertalenta.

Cate Blanchett (Bob Dylan dalam I'm Not There)

Ada enam aktor yang memerankan Bob Dylan dalam drama musikal biopik I'm Not There arahan Todd Haynes. Salah satunya Cate Blanchett, yang terlalu keren menjadi salah seorang persona publik Dylan. Durasi singkatnya dalam film 2007 ini cukup mengantarkan Blanchett masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik di Oscar, serta sebuah piala Golden Globe.

Sam Riley (Ian Curtis dalam Control)

Di tahun yang sama tatkala Haynes mengguncang dunia musik lewat I'm Not There, Anton Corbijn merilis film panjang pertamanya, Control, yang kira-kira menebar sensasi serupa di Inggris, sebuah penggambaran kisah hidup Ian Curtis, vokalis Joy Division (yang dulunya pernah jadi tempat Corbijn bekerja sebagai fotografer). Sam Riley, pemeran Curtis, melesat begitu saja dalam film perdananya ini. Sayangnya sampai sekarang dia belum lagi dibicarakan layaknya orang-orang membicarakan Control. Dari sini, hidup seorang musisi gagal yang bekerja di pabrik sebelum menerima peran Curtis tak lagi sama.

Paul Dano (Brian Wilson dalam Love & Mercy)

Sudah cukup lama Paul Dano dipandang sebagai aktor watak kelas wahid namun belum banyak mendapat kesempatan bermain di proyek besar. Di Love & Mercy, Dano yang menjadi Brian Wilson muda seperti mengangkangi John Cusack, pemeran Wilson paruh baya. Begitu meyakinkan dan kebetulan mirip, berkat sumbangsih Dano lah film ini menjadi semakin penuh haru.

Chadwick Boseman - (James Brown dalam Get On Up)

Salah satu biopik underrated dalam beberapa tahun terakhir yang ramai dengan film biografi. Chadwick Boseman tampak memastikan agar penontonnya tak memalingkan mata karena bagaimanapun dia sedang memerankan legenda sekaliber James Brown. Prestasi baik bagi aktor yang belum banyak menerima proyek film. Beruntung, sejak menjadi Brown dia dipercayakan peran peran lebih besar, salah satunya menjadi Black Panther dalam Captain America: Civil War.

Marion Cotillard (Edith Piaf dalam La Vie en rose)

La Vie en rose, film 2007 yang mengisahkan hidup penyanyi Edith Piaf seperti menjadi pembaptisan seorang Marion Cotillard sebagai bintang film terbesar di Perancis, memainkan salah satu penyanyi terbesar negara Napoleon tersebut. Trofi Academy Award untuk Aktris Terbaik pun hinggap di pangkuan Cotillard, kali pertama Oscar diberikan kepada peran berbahasa Perancis. Prestasinya semakin lengkap tatkala dirinya pun menyapu bersih Golden Globe, BAFTA, dan Cesar Award.
Tags: